Minggu, 18 Oktober 2026
spot_img
BerandaLifestyleMahasiswaUIN Ar-Raniry Beri Motor Modifikasi untuk Mahasiswi Disabilitas, Akses Kampus Lebih Mandiri

UIN Ar-Raniry Beri Motor Modifikasi untuk Mahasiswi Disabilitas, Akses Kampus Lebih Mandiri

spot_img

Foto: Kemenag

KORAN EDUKASI — Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh memberikan sepeda motor roda tiga yang dimodifikasi kepada Hikma Indrawani, mahasiswi penyandang disabilitas daksa. Bantuan itu ditujukan untuk memperkuat mobilitas penerima saat mengikuti kuliah dan menjalani kegiatan sehari-hari di dalam maupun di luar kampus.

Hikma menempuh pendidikan pada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat. Sebelum memperoleh kendaraan, ia kerap berangkat 30–40 menit lebih awal untuk mencapai ruang kuliah sehingga persoalan waktu dan akses menjadi bagian dari rutinitas belajarnya.

Dibiayai melalui dana sosial kampus

Motor modifikasi disalurkan melalui Islamic Trust Fund UIN Ar-Raniry. Dana program dihimpun dari dosen, tenaga kependidikan, sivitas akademika, serta masyarakat di luar kampus, kemudian digunakan untuk membantu kebutuhan mahasiswa.

Rektor UIN Ar-Raniry Mujiburrahman menyatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya menyediakan kesempatan belajar yang setara. “Kami ingin memastikan setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan menyelesaikan pendidikannya,” kata Mujiburrahman.

Kampus mencatat terdapat 22 mahasiswa penyandang disabilitas yang sedang menempuh pendidikan. Jumlah itu menunjukkan kebutuhan layanan tidak berhenti pada satu bantuan kendaraan, tetapi juga mencakup akses bangunan, materi pembelajaran, pendampingan akademik, serta sarana yang sesuai dengan kebutuhan individual.

Akses menjadi bagian dari layanan pendidikan

Hikma juga dikenal sebagai penghafal Al-Qur’an 30 juz. Pencapaiannya tidak menghapus hambatan mobilitas yang dihadapi, sehingga dukungan alat bantu tetap penting untuk memperluas kemandirian dan partisipasi di lingkungan perguruan tinggi.

Penyediaan akses yang setara menjadi salah satu ukuran mutu layanan kampus, berdampingan dengan kualitas akademik. Gambaran pemeringkatan seperti daftar perguruan tinggi Jabodetabek dalam THE WUR 2027 juga perlu dibaca bersama upaya nyata kampus memenuhi kebutuhan mahasiswanya.

Program bantuan berbasis dana sosial dapat menjawab kebutuhan mendesak, tetapi kampus tetap perlu memiliki sistem pendataan dan layanan yang berkelanjutan. Evaluasi berkala diperlukan agar dukungan tidak bergantung pada pengajuan insidental dan dapat menjangkau mahasiswa lain secara adil.

Bagi Hikma, kendaraan roda tiga mengurangi hambatan jarak dan memberi keleluasaan mengatur waktu. Bagi kampus, bantuan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa aksesibilitas harus hadir dalam kebijakan, fasilitas, dan pengalaman belajar sehari-hari.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img