Foto: ANTARA/HO-Diskominfo Kaltim
KORAN EDUKASI — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur mengintensifkan pemetaan minat dan bakat peserta didik jenjang SMA dan SMK. Langkah itu ditujukan agar layanan pendidikan, pilihan keahlian, dan pengembangan potensi siswa disusun berdasarkan kebutuhan yang lebih terukur.
Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Kalimantan Timur Armin menjelaskan, pemetaan menjadi bagian dari upaya memberi ruang kepada setiap peserta didik untuk mengenali arah pendidikannya. Hasil pemetaan diharapkan membantu sekolah membedakan kebutuhan siswa yang memilih jalur akademik dengan mereka yang ingin mengembangkan kompetensi vokasi.
Pemetaan Menjadi Dasar Layanan
“Setiap siswa diberikan ruang untuk menentukan arah keahlian vokasi maupun jalur akademik sesuai hasil pemetaan minat dan potensi dirinya,” ujar Armin dalam keterangan yang diberitakan ANTARA, Senin, 12 Oktober 2026.
Pendekatan tersebut menempatkan minat dan kemampuan individual sebagai salah satu dasar layanan sekolah. Bagi SMA, pemetaan dapat memperjelas arah pengembangan akademik. Bagi SMK, hasilnya berkaitan langsung dengan pilihan keahlian dan kesiapan ruang praktik yang sesuai dengan program pembelajaran.
Armin menekankan bahwa pemetaan tidak dapat berjalan sendiri. Sekolah tetap memerlukan sarana yang memadai, termasuk laboratorium dan ruang praktik kejuruan. Karena itu, evaluasi fasilitas menjadi bagian dari peninjauan yang dilakukan jajaran Disdikbud Kalimantan Timur ke sejumlah sekolah di Kabupaten Kutai Timur.
Fasilitas dan Akses Ikut Dievaluasi
Satuan pendidikan yang ditinjau meliputi SMAN 1 Muara Bengkal, SMAN 1 Muara Ancalong, dan SMAN 2 Muara Ancalong. Kunjungan digunakan untuk melihat kondisi fasilitas serta menghimpun kebutuhan pembelajaran yang disampaikan sekolah di daerah.
Selain sarana, pemerintah provinsi menyebut profesionalitas guru dan tenaga kependidikan sebagai unsur penting dalam pelayanan kepada siswa. Pemetaan potensi akan lebih berguna jika diikuti pendampingan yang konsisten dan pembelajaran yang mampu menyesuaikan kebutuhan peserta didik.
Disdikbud Kalimantan Timur juga mendorong layanan bagi anak yang belum atau tidak lagi bersekolah melalui pendidikan jarak jauh dengan pola fleksibel. Arah ini berkaitan dengan agenda pemerataan akses, termasuk pendampingan bagi sekolah inklusi. Pendekatan serupa menegaskan bahwa kebijakan pendidikan perlu menjangkau kebutuhan yang berbeda-beda, sebagaimana isu penguatan proses berpikir siswa dalam pembelajaran.




