Minggu, 18 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsWorkshop Vokasi di SMK Pertanian Lembang Hubungkan Budidaya, Keamanan Pangan, Kemasan, dan...

Workshop Vokasi di SMK Pertanian Lembang Hubungkan Budidaya, Keamanan Pangan, Kemasan, dan Pemasaran

spot_img

Foto: Dok. Istimewa/Media Indonesia

KORAN EDUKASI — Siswa SMK Pertanian Pembangunan Negeri Lembang mengikuti workshop vokasi yang menghubungkan empat mata rantai produk pangan: bahan baku, keamanan produk, kemasan, dan pemasaran. Kegiatan dirancang untuk memperkuat Teaching Factory atau TeFa yang telah menghasilkan yoghurt buah, teh herbal, keripik, serta jeruk dekopon tanpa biji.

Sebagian produk sekolah juga disalurkan untuk program Makan Bergizi Gratis. Namun, unit produksi masih menghadapi persoalan keseragaman bahan baku, keamanan pangan, nilai tambah kemasan, serta pemasaran, sementara materi terkait sebelumnya lebih banyak dipelajari secara teori.

Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Katolik Parahyangan menyelenggarakan pelatihan dengan paparan singkat dan praktik kelompok. “Kami berharap kegiatan ini memberi ide dan inspirasi bagi siswa dalam menyiapkan produk untuk peringatan Hari Tani dan pameran yang akan datang,” ujar Wakil Kepala SMK Bidang Hubungan Industri dan Masyarakat Eko Agung Maulana.

Dari Kultur Jaringan hingga Uji Awal Pangan

Sesi kultur jaringan dan keamanan pangan diikuti 68 siswa. Peserta mempraktikkan penanaman jaringan jamur tiram dan jamur kuping pada media di dekat nyala bunsen, setelah mensterilkan tangan dan peralatan dengan alkohol.

Pada sesi keamanan pangan, siswa memakai perangkat uji sederhana untuk memeriksa sampel bakso dan sosis. Pemateri menegaskan alat tersebut hanya berfungsi sebagai penapisan awal; hasil positif tetap harus dikonfirmasi melalui laboratorium sebelum kesimpulan dibuat.

Penjelasan itu penting agar siswa tidak menganggap harga atau tempat pembelian sebagai jaminan keamanan. Bagi unit sekolah yang memasok produk pangan, pemahaman tentang pengujian dan pencatatan proses menjadi bagian dari tanggung jawab produksi.

Kemasan Aktif dan Kebutuhan Pembeli

Sesi kemasan diikuti 89 siswa. Peserta membuat film berbahan pati jagung, gliserol, dan serbuk kulit jeruk purut untuk mengenal konsep kemasan aktif yang membantu memperlambat kerusakan produk.

Sebanyak 94 siswa lainnya mengikuti materi kewirausahaan berbasis design thinking. Mereka mewawancarai pasangan, mengidentifikasi kebiasaan makan serta kebutuhan calon pembeli, kemudian merancang dan mempresentasikan ide produk pangan.

Empat modul dan lembar kerja telah diserahkan kepada sekolah agar guru dapat mengulang kegiatan tanpa bergantung pada tim kampus. Praktik ini melengkapi pembahasan Koran Edukasi mengenai penguatan kompetensi guru SMK bidang pangan.

Jumlah peserta yang besar dan proses biologis yang membutuhkan beberapa hari menjadi keterbatasan kegiatan. Kunjungan lanjutan diperlukan agar siswa dapat mengamati hasil kultur dan film kemasan, sekaligus mendalami harga pokok produksi serta izin edar.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img