Minggu, 18 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsOpen House SMA Unggul Garuda Digelar di 51 Titik, Empat Sekolah Baru...

Open House SMA Unggul Garuda Digelar di 51 Titik, Empat Sekolah Baru Buka Akses Informasi PPDB

spot_img

Foto: Humas Kemdiktisaintek

KORAN EDUKASI — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menggelar open house SMA Unggul Garuda secara serentak di 51 titik pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Kegiatan itu mengenalkan empat SMA Unggul Garuda Baru dan 47 SMA Unggul Garuda Transformasi kepada siswa kelas IX SMP/MTs serta orang tua.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto meninjau pelaksanaan kegiatan di SMAN 28 Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sekolah negeri tersebut termasuk dalam skema Garuda Transformasi, yakni penguatan sekolah yang sudah beroperasi dan memiliki fondasi pembelajaran serta prestasi.

Open house juga menjadi sarana sosialisasi penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2027/2028 untuk empat SMA Unggul Garuda Baru. Empat sekolah berasrama itu berlokasi di Belitung Timur, Konawe Selatan, Bulungan, dan Timor Tengah Selatan.

Empat sekolah baru memakai sistem berasrama

Kemdiktisaintek menyatakan pembiayaan pendidikan pada empat sekolah baru ditanggung pemerintah sesuai ketentuan program. Namun, calon siswa dan orang tua tetap perlu merujuk pada kanal PPDB resmi untuk jadwal, persyaratan, dokumen, serta tahapan seleksi yang berlaku.

“Jangan takut belajar STEM. Meskipun susah, tetapi mengasyikkan,” ujar Brian Yuliarto.

Program ini diarahkan untuk memperkuat penguasaan sains, teknologi, teknik, dan matematika atau science, technology, engineering, and mathematics (STEM). Selain kemampuan akademik, sekolah diharapkan mengembangkan kedisiplinan, rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, dan karakter peserta didik.

Jalur pendidikan dirancang berlanjut ke perguruan tinggi

Kemdiktisaintek menempatkan SMA Unggul Garuda sebagai bagian dari ekosistem pengembangan talenta. Lulusan diharapkan dapat melanjutkan pendidikan melalui berbagai peluang, termasuk Beasiswa Garuda untuk perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.

Hubungan antara pendidikan menengah dan perguruan tinggi menjadi penting karena pembinaan talenta sains tidak selesai pada satu jenjang. Program perlu memastikan siswa memperoleh pendampingan akademik, informasi studi lanjut, serta dukungan yang proporsional bagi peserta dari beragam daerah dan latar belakang sosial ekonomi.

Penguatan STEM juga dapat dipertemukan dengan bidang lain seperti seni, sebagaimana pembahasan mengenai riset dan penciptaan seni di perguruan tinggi. Pendekatan lintas bidang membantu peserta didik memahami penerapan ilmu, bukan sekadar mengejar capaian akademik.

Keberhasilan ekosistem SMA Unggul Garuda tetap perlu diukur melalui pemerataan akses, mutu pembelajaran, perkembangan siswa, dan keberlanjutan studi lulusan. Open house memberi akses informasi awal, sedangkan dampak program bergantung pada pelaksanaan seleksi, pengelolaan sekolah, kualitas guru, dan dukungan keluarga.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img