Foto: Liputan6.com/Tisha
KORAN EDUKASI — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menempatkan Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul sebagai prioritas bantuan pendidikan bagi pelajar serta mahasiswa yang memenuhi persyaratan. Dukungan biaya itu dijalankan bersamaan dengan perbaikan sarana sekolah.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan kebijakan tersebut setelah meninjau renovasi Sekolah Dasar Negeri 05 Pekayon dan Sekolah Menengah Pertama Negeri 91 Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin, 12 Oktober 2026.
Menurut Pramono Anung, pelajar dari keluarga yang memenuhi ketentuan menjadi sasaran Kartu Jakarta Pintar (KJP), sedangkan mahasiswa dapat mengakses Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) sesuai persyaratan program. “Itu yang menjadi prioritas utama di Jakarta,” ujar Pramono Anung.
Bantuan biaya dan revitalisasi sekolah
Pemprov DKI menilai dukungan pendidikan tidak cukup hanya berbentuk bantuan biaya. Bangunan, ruang belajar, dan fasilitas pendukung juga harus disiapkan serta dirawat agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik.
Program revitalisasi sekolah melibatkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan dukungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta. Kebutuhan perbaikan diajukan kepada gubernur, dibahas dalam rapat terbatas, lalu disertai pengawasan hingga gedung digunakan.
Pramono Anung menekankan perawatan setelah pembangunan atau renovasi selesai. Fasilitas yang telah diperbaiki harus dijaga agar manfaat anggaran tidak cepat berkurang dan gedung tetap layak digunakan oleh warga sekolah.
Seleksi penerima tetap mengikuti ketentuan
Pernyataan pemerintah provinsi tidak berarti seluruh pelajar dan mahasiswa otomatis menerima bantuan. KJP dan KJMU tetap memiliki persyaratan, proses pendataan, dan verifikasi yang harus dipenuhi calon penerima.
Untuk mahasiswa, informasi tahapan KJMU perlu diperiksa melalui kanal resmi karena jadwal dan status administrasi dapat berubah. Sebelumnya, pendaftaran KJMU tahap II 2026 sempat diperpanjang, menunjukkan pentingnya memperhatikan tenggat dan kelengkapan dokumen.
Pemprov DKI mengaitkan bantuan pendidikan dan peningkatan fasilitas dengan posisi Jakarta sebagai kota pelajar. Dalam QS Best Student Cities 2027, Jakarta berada di peringkat ke-117 dunia dan menjadi kota Indonesia dengan posisi tertinggi, diikuti Yogyakarta pada peringkat ke-118.




