Minggu, 18 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsAbdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan sebagai Kekuatan Bangsa, Peran Guru Jadi Kunci

Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan sebagai Kekuatan Bangsa, Peran Guru Jadi Kunci

spot_img

Foto: Direktorat PKPLK Kemendikdasmen

KORAN EDUKASI — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan pendidikan berkualitas merupakan kekuatan utama untuk membangun bangsa dan menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman. Pesan itu disampaikan saat membuka 10th Education International Asia-Pacific Regional Conference di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.

Dalam keterangan resmi yang diterbitkan 14 Oktober, Abdul Mu’ti mengaitkan agenda pendidikan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto, terutama pembangunan sumber daya manusia dan penguatan generasi muda menuju Generasi Emas Indonesia.

Pembelajaran mendalam dan pendidikan karakter

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menilai tantangan pendidikan tidak dapat diselesaikan pemerintah sendiri. Satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan media perlu bergerak sebagai Catur Pusat Pendidikan untuk membangun ekosistem belajar yang menghargai murid sekaligus menopang kerja guru.

Pendekatan Pembelajaran Mendalam ditempatkan sebagai salah satu cara mendorong keterlibatan aktif murid. Di saat yang sama, pendidikan karakter diperkuat melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat: bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, makan sehat dan bergizi, bermasyarakat, serta tidur cepat.

“Kami menekankan peran guru bukan hanya sebagai agen pembelajaran, melainkan juga sebagai agen peradaban,” ujar Abdul Mu’ti.

Kolaborasi untuk pemerataan pendidikan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menekankan pentingnya investasi dan kolaborasi agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar tanpa dibatasi latar belakang. Transformasi Jakarta menjadi kota global dinilai membuka ruang kerja sama antara pemerintah daerah, sekolah, perguruan tinggi, organisasi, dan pemangku kepentingan lain.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia Unifah Rosyidi juga menempatkan perlindungan hak, kesejahteraan, standar profesi, dan profesionalisme guru sebagai bagian penting dari masa depan pendidikan.

Arah tersebut menegaskan bahwa pembelajaran berkualitas tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga pada kapasitas pendidik dan lingkungan belajar. Koran Edukasi sebelumnya mengulas pentingnya penguatan kompetensi guru agar perubahan kebijakan benar-benar terasa di kelas.

Keterangan kementerian tetap berupa arah kebijakan dan komitmen para pihak. Dampaknya perlu dilihat dari penerapan di satuan pendidikan, dukungan konkret bagi guru, serta perluasan akses belajar yang aman dan bermutu bagi murid.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img