Minggu, 18 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu News140 Guru dan Kepala Sekolah Surabaya Perkuat Kompetensi Pembelajaran Digital

140 Guru dan Kepala Sekolah Surabaya Perkuat Kompetensi Pembelajaran Digital

spot_img

Foto: Dok. Istimewa

KORAN EDUKASI — Sebanyak 140 guru dan kepala sekolah di Kota Surabaya mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi teknologi digital untuk pembelajaran di kelas. Program ini menekankan bahwa penguasaan perangkat perlu disertai kemampuan memilih strategi pedagogis dan menyesuaikannya dengan kebutuhan murid.

Pelatihan digelar di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur pada Senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta platform pendidikan kejarcita.id.

Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang Chyta Anindhyta menjelaskan teknologi seharusnya berfungsi memperkaya pengalaman belajar. Pemanfaatannya dapat memperluas sumber belajar, meningkatkan interaksi, dan membuat materi lebih kontekstual apabila dirancang sesuai tujuan pembelajaran.

Bukan Sekadar Keterampilan Mengoperasikan Perangkat

Penguatan kompetensi digital mencakup kemampuan memilih, merancang, menjalankan, dan mengevaluasi pembelajaran berbasis teknologi. Artinya, keberhasilan tidak hanya diukur dari banyaknya aplikasi yang digunakan, melainkan dari perubahan kualitas proses belajar.

Guru tetap memegang peran utama dalam menentukan kapan teknologi diperlukan dan kapan metode lain lebih sesuai. Pertimbangan usia, akses perangkat, kesiapan peserta didik, serta keamanan digital perlu masuk dalam perencanaan kelas.

Pelatihan juga menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Kampus membawa dukungan akademik dan pedagogis, pemerintah memberi arah kebijakan, sedangkan mitra pendidikan membantu memperluas akses pada perangkat dan praktik teknologi.

Kolaborasi Kampus dan Sekolah

Model kerja sama lintas institusi dapat membantu sekolah menerjemahkan perkembangan teknologi menjadi kegiatan belajar yang realistis. Bagi kepala sekolah, penguatan kapasitas juga berkaitan dengan penyusunan dukungan, pendampingan guru, dan evaluasi penggunaan teknologi di satuan pendidikan.

Kebutuhan variasi metode semakin penting ketika pembelajaran berlangsung dalam situasi berbeda. Pengalaman pembelajaran jarak jauh di Palangka Raya, misalnya, menunjukkan perlunya guru menjaga keterlibatan murid dengan pendekatan yang tidak monoton.

Pelatihan satu hari belum dapat menjadi ukuran keberhasilan transformasi digital. Dampaknya perlu dilihat dari tindak lanjut peserta, penerapan di kelas, serta perubahan yang benar-benar dirasakan murid dalam proses belajar.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img