Foto: ANTARA/Ahmad Rifandi
KORAN EDUKASI — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memfasilitasi beasiswa bagi 200 pelajar berprestasi untuk melanjutkan pendidikan di Provinsi Anhui, China, pada 2027. Program tersebut akan menggunakan seleksi akademik untuk menjaring calon penerima dari seluruh kabupaten dan kota di provinsi itu.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur Armin mengatakan sekolah menengah diminta mulai memetakan dan membina siswa yang berpotensi mengikuti seleksi. Persiapan mencakup penguatan kemampuan akademik, penguasaan bahasa asing, dan kesiapan mental menghadapi tahapan seleksi.
Sekolah di daerah diminta menyiapkan calon peserta
Menurut Armin, informasi pendaftaran akan disebarkan hingga sekolah di wilayah terpencil. Pemerataan akses menjadi perhatian karena lokasi tempat tinggal tidak boleh menghalangi siswa berprestasi memperoleh kesempatan yang sama.
“Pemerataan kesempatan menjadi fokus utama kami agar seluruh siswa berprestasi di wilayah pelosok memiliki peluang yang sama untuk berkuliah di China,” ujar Armin.
Ketentuan teknis seperti jadwal, dokumen, dan mekanisme seleksi belum dirinci dalam laporan tersebut. Karena itu, siswa dan sekolah perlu menunggu pengumuman resmi Disdikbud Kaltim sebelum menganggap pendaftaran telah dibuka. Fokus saat ini adalah pemetaan serta pembinaan kandidat.
Program juga menyentuh pengembangan kepala sekolah
Kerja sama pendidikan dengan Anhui tidak hanya menyasar pelajar. Sejumlah kepala sekolah berprestasi juga dikirim untuk mempelajari manajemen sekolah dan sistem pembelajaran. Hasil studi komparatif itu diharapkan dapat diterapkan untuk memperkuat tata kelola pendidikan di Kalimantan Timur.
Langkah tersebut menambah jalur internasionalisasi pendidikan daerah di tengah upaya memperluas kerja sama riset dan beasiswa luar negeri. Namun, dampaknya tetap bergantung pada keterbukaan seleksi, kesiapan peserta, serta tindak lanjut setelah penerima menyelesaikan studi.
Bagi sekolah, fase persiapan perlu mencakup pendataan siswa, komunikasi dengan orang tua, dan pemantauan kanal resmi. Langkah ini penting agar peluang tidak hanya diketahui sekolah di pusat kota, tetapi juga menjangkau calon peserta dari kabupaten dan wilayah terpencil.
Pemerintah provinsi menyatakan alumni diharapkan kembali membawa pengetahuan yang bermanfaat bagi pembangunan daerah. Target itu masih berupa harapan program dan belum menjadi hasil yang dapat diukur karena angkatan penerima baru diproyeksikan mulai kuliah pada 2027.




