Minggu, 18 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsSekolah Siaga Kependudukan Padang Integrasikan Isu Remaja dan Keluarga ke Pembelajaran

Sekolah Siaga Kependudukan Padang Integrasikan Isu Remaja dan Keluarga ke Pembelajaran

spot_img

Foto: ANTARA/HO-Pemkot Padang

KORAN EDUKASI — Pemerintah Kota Padang meluncurkan Program Sekolah Siaga Kependudukan 2026 untuk memasukkan literasi kependudukan ke dalam pembelajaran dan kegiatan sekolah. Materi akan disesuaikan dengan jenjang peserta didik, dari pengenalan keluarga hingga kesehatan remaja dan perencanaan masa depan.

Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa menjelaskan program itu diarahkan agar generasi muda memahami dinamika kependudukan dan kaitannya dengan pembangunan. Pemerintah kota menempatkan sekolah sebagai ruang pengenalan isu yang juga menyangkut pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, persebaran penduduk, dan kesejahteraan keluarga.

Materi dibedakan menurut jenjang sekolah

Pada tingkat sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah, materi dimulai dari hal yang dekat dengan kehidupan anak, seperti mengenal keluarga, menghargai keberagaman, dan menjaga kebersihan lingkungan. Pendekatan ini dimaksudkan agar konsep kependudukan tidak berhenti sebagai angka statistik.

Untuk jenjang SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA, cakupan diperluas ke pertumbuhan penduduk, kesehatan remaja, pendewasaan usia perkawinan, perencanaan masa depan, serta pencegahan perilaku berisiko. Sekolah dapat mengintegrasikannya ke mata pelajaran yang relevan dan media edukasi kreatif.

Model integrasi tersebut membuat pelaksanaan tidak harus berdiri sebagai mata pelajaran baru. Namun, keberhasilannya bergantung pada kesiapan guru memilih konteks yang sesuai usia, menghindari penyampaian yang menghakimi, dan menghubungkan materi dengan kebutuhan peserta didik.

Kolaborasi sekolah dan keluarga menjadi penentu

Pemerintah Kota Padang menilai kepala sekolah, pendidik, pengawas, orang tua, dan masyarakat perlu terlibat. Kolaborasi dibutuhkan agar informasi yang diterima siswa di sekolah tidak terputus dari pengalaman mereka di rumah dan lingkungan sekitar.

Program ini melengkapi berbagai upaya membangun budaya literasi melalui keterlibatan sekolah dan keluarga. Bedanya, fokus Sekolah Siaga Kependudukan berada pada kemampuan memahami perubahan penduduk serta konsekuensinya bagi kehidupan sosial.

Peluncuran berlangsung pada 15 Oktober 2026. Sumber belum merinci jumlah sekolah peserta, jadwal penerapan penuh, maupun indikator evaluasi program. Ketiga unsur itu penting untuk menilai apakah integrasi materi benar-benar berlangsung di kelas dan memberi pemahaman yang terukur kepada siswa.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img