Minggu, 18 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu MasyarakatPrabowo Ajak Anak Sekolah Jelajahi Museum Nasional, Revitalisasi 200 Aset Budaya Disiapkan

Prabowo Ajak Anak Sekolah Jelajahi Museum Nasional, Revitalisasi 200 Aset Budaya Disiapkan

spot_img

Foto: Instagram @prabowo

KORAN EDUKASI — Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Museum Nasional Indonesia di Jakarta bersama puluhan anak sekolah dalam rangka Hari Museum Indonesia. Kegiatan pada Senin, 12 Oktober 2026 itu mempertemukan pembelajaran sejarah dengan koleksi langsung di ruang museum.

Presiden berkeliling melihat koleksi bersejarah dari berbagai periode dan berinteraksi dengan para siswa. Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto turut mendampingi kunjungan.

Anak-anak sekolah berbincang dan berfoto bersama Presiden sebelum kegiatan ditutup dengan bernyanyi bersama. Keterlibatan murid menegaskan fungsi museum sebagai ruang pendidikan publik, bukan hanya tempat penyimpanan benda bersejarah.

Revitalisasi Lebih dari 200 Aset Budaya

Setelah kunjungan, Presiden menerima Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Istana Kepresidenan. Pertemuan tersebut membahas percepatan revitalisasi aset bersejarah di berbagai daerah.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan pemerintah menyiapkan pembenahan lebih dari 200 titik aset budaya. Cakupannya meliputi museum, cagar budaya, keraton, istana, dan benteng.

Rencana itu ditempatkan sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya dan penataan aset negara. Namun, pelaksanaan revitalisasi perlu dinilai melalui jadwal, anggaran, standar konservasi, serta kemampuan setiap tempat menjalankan fungsi edukasi setelah pembenahan fisik selesai.

Museum sebagai Ruang Belajar

Pendidikan berbasis museum dapat membantu murid memahami sejarah melalui benda, ruang, dan narasi yang konkret. Pengalaman langsung juga membuka kesempatan untuk melatih observasi, menghubungkan sumber sejarah, dan mendiskusikan beragam sudut pandang.

Upaya tersebut beririsan dengan penguatan karakter dan kebudayaan dalam proses belajar. Koran Edukasi sebelumnya menyoroti dorongan agar nilai Pancasila hadir dalam pembelajaran dan budaya sekolah, bukan berhenti sebagai hafalan.

Revitalisasi aset budaya akan memberi dampak pendidikan apabila dibarengi kurasi yang kuat, informasi yang mudah dipahami, akses bagi sekolah, serta program kunjungan yang inklusif. Dengan demikian, museum dapat berfungsi sebagai sumber belajar yang berkelanjutan bagi murid dan masyarakat.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img