Foto: ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen.
KORAN EDUKASI — Pendidikan Pancasila diarahkan untuk menjangkau cara warga sekolah berinteraksi, menjalankan kegiatan, dan membangun kebiasaan sehari-hari. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menempatkan pengalaman tersebut sebagai bagian dari penguatan karakter murid.
Dalam keterangan tertulis yang diberitakan ANTARA pada Rabu (30/9/2026), Mu’ti menjelaskan bahwa penguatan dilakukan melalui pembelajaran mendalam serta budaya sekolah.
“Kami ingin perkuat lagi hidden curriculum.” Demikian pernyataan Mu’ti yang dikutip ANTARA.
Dari pengetahuan ke pengamalan
Mu’ti membagi pendidikan Pancasila ke dalam tiga aspek: pengetahuan, pengamalan nilai dalam kehidupan, dan internalisasi sebagai kepribadian bangsa. Hubungan guru dengan murid maupun interaksi antarmurid menjadi bagian dari proses tersebut.
Pramuka dan beragam kegiatan ekstrakurikuler juga ditempatkan sebagai ruang pembentukan karakter. Melalui kegiatan di luar kelas, murid memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan sekaligus pengalaman hidup bersama.
Pembiasaan melalui kegiatan sekolah
Kementerian turut memperkuat upacara bendera dan kegiatan hari besar nasional. Ikrar Pelajar Indonesia memuat penghormatan kepada orang tua dan guru, kesungguhan belajar, kerukunan, serta kecintaan terhadap tanah air.
Menurut Mu’ti, nilai kebangsaan perlu terlihat dalam kepedulian terhadap lingkungan dan penghormatan terhadap keberagaman.
Baca juga: Pelajar Yogyakarta belajar demokrasi melalui olimpiade.





[…] Mu’ti Dorong Pendidikan Pancasila Hadir dalam Keseharian Sekolah […]