Minggu, 18 Oktober 2026
spot_img
BerandaFashionPendidikan IndonesiaAbdul Mu’ti Dorong Lingkungan Sekolah Jadi Sumber Belajar, Revitalisasi Jateng Jangkau 5.443...

Abdul Mu’ti Dorong Lingkungan Sekolah Jadi Sumber Belajar, Revitalisasi Jateng Jangkau 5.443 Sekolah

spot_img

Foto: Irfan/Kemendikdasmen

KORAN EDUKASI — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mendorong sekolah menjadikan lingkungan sekitar sebagai bagian dari proses belajar, bukan sekadar latar fisik kegiatan pendidikan. Gagasan itu disampaikan saat meninjau Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Patikraja, Kabupaten Banyumas, yang menerima program revitalisasi satuan pendidikan pada 2026.

Menurut Abdul Mu’ti, pepohonan dan unsur lingkungan sekolah dapat diberi informasi mengenai nama lokal, nama ilmiah, karakteristik, serta manfaatnya. Dengan cara itu, murid memperoleh pengetahuan melalui ruang yang mereka jumpai setiap hari, sementara guru memiliki bahan kontekstual untuk menghubungkan pelajaran dengan keadaan nyata.

Lingkungan menjadi kurikulum tersembunyi

Pendekatan tersebut disebut sebagai bagian dari pembelajaran mendalam yang menyatukan materi pelajaran, budaya sekolah, dan pengalaman murid. Abdul Mu’ti menempatkannya dalam konsep kurikulum tersembunyi, yakni nilai dan pengetahuan yang dipelajari melalui lingkungan serta kebiasaan sekolah.

“Namanya deep learning itu antara lain terintegrasi dengan penciptaan lingkungan sekolah yang disebut dengan hidden curriculum,” ujar Abdul Mu’ti.

Penerapannya tidak harus menunggu fasilitas baru. Sekolah dapat memulai dari inventarisasi tanaman, ruang terbuka, praktik pengelolaan sampah, atau unsur lokal lain yang relevan dengan mata pelajaran. Arah ini sejalan dengan praktik pembelajaran kontekstual seperti ART-MATIKS SMAN 1 Taman yang memadukan geometri, kecerdasan artifisial, dan batik.

Revitalisasi sekolah dan serapan kerja

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat program revitalisasi di Jawa Tengah pada 2025 mencakup 1.783 sekolah dengan anggaran Rp1,475 triliun dan menyerap 23.430 tenaga kerja. Pada 2026, perjanjian kerja sama telah mencakup 5.443 sekolah senilai Rp4,169 triliun.

Dari jumlah 2026 tersebut, dana telah disalurkan kepada 4.597 sekolah dengan nilai Rp2,434 triliun. Pelaksanaan program diperkirakan menyerap 62.609 tenaga kerja, berdasarkan data kementerian yang disampaikan dalam kunjungan itu.

Khusus Kabupaten Banyumas, revitalisasi 2025 menjangkau 30 sekolah dengan anggaran Rp29,786 miliar dan menyerap 499 tenaga kerja. Pada 2026, perjanjian mencakup 176 sekolah senilai Rp114,875 miliar, sedangkan pencairan telah diterima 156 sekolah sebesar Rp69,387 miliar dan melibatkan 1.996 tenaga kerja.

Data tersebut menunjukkan pembangunan fisik berjalan bersamaan dengan dorongan memperbaiki pengalaman belajar. Efektivitasnya tetap bergantung pada pemanfaatan ruang yang telah direvitalisasi, kesiapan guru, dan kemampuan sekolah mengubah lingkungan menjadi sumber belajar yang terencana.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img