Minggu, 18 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsPJJ Palangka Raya Berjalan Lebih dari Sebulan, Guru Diminta Variasikan Pembelajaran

PJJ Palangka Raya Berjalan Lebih dari Sebulan, Guru Diminta Variasikan Pembelajaran

spot_img

Foto: ANTARA/Adi Antara

KORAN EDUKASI — Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya meminta guru memvariasikan metode pembelajaran jarak jauh agar siswa tidak jenuh selama belajar dari rumah akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. Kebijakan PJJ di ibu kota Kalimantan Tengah itu telah berjalan lebih dari satu bulan.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya M Aswan mengatakan pelaksanaan PJJ memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga perlu dievaluasi secara berkelanjutan. Pemantauan dilakukan antara lain melalui program Disdik Menyapa PJJ.

Dalam program tersebut, jajaran dinas bergabung ke kegiatan belajar yang dijalani siswa dan guru. Pemantauan tidak hanya diarahkan pada keterlaksanaan jadwal, tetapi juga pada interaksi di kelas daring dan semangat siswa selama tidak belajar secara tatap muka.

Interaksi tidak boleh hilang

Hasil evaluasi menunjukkan adanya potensi kebosanan di kalangan siswa. Dinas meminta pembelajaran tidak didominasi pemberian tugas, tetapi dilengkapi diskusi, tanya jawab, dan bentuk interaksi lain yang memungkinkan siswa tetap terlibat.

Materi juga dapat dikaitkan dengan kondisi lingkungan setempat, termasuk kebakaran hutan dan lahan yang memengaruhi aktivitas masyarakat. Pendekatan kontekstual itu diharapkan membuat pembelajaran lebih dekat dengan pengalaman siswa tanpa mengabaikan tujuan pembelajaran.

Peran guru menjadi penting karena PJJ mengurangi perjumpaan langsung yang biasanya memudahkan pendidik membaca respons siswa. Karena itu, metode yang monoton berisiko membuat komunikasi satu arah dan menyulitkan guru mengetahui bagian materi yang belum dipahami.

Evaluasi selama kabut asap

Dinas Pendidikan Palangka Raya menilai PJJ tetap dapat berjalan baik, tetapi kualitasnya bergantung pada variasi pembelajaran dan kemampuan sekolah menjaga hubungan dengan siswa. Evaluasi berkala diperlukan selama kebijakan belajar dari rumah masih diterapkan.

Gangguan kabut asap juga pernah mendorong daerah lain mengalihkan pembelajaran. Pengalaman PJJ di Sorong akibat kualitas udara memburuk menunjukkan bahwa keputusan belajar dari rumah perlu diikuti pemantauan agar hak belajar tidak berhenti pada pemindahan tugas ke platform daring.

Dinas Pendidikan Palangka Raya berharap guru terus berinovasi selama PJJ agar pembelajaran tetap efektif dan kebutuhan pendidikan siswa dapat dipenuhi. Pemantauan akan menjadi dasar untuk melihat metode yang menjaga interaksi sekaligus mengurangi kejenuhan selama kabut asap masih berdampak.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img