Minggu, 18 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsTiga Tim UMY Kembangkan Drone AI dan Pesawat Carbon Fiber untuk KRTI...

Tiga Tim UMY Kembangkan Drone AI dan Pesawat Carbon Fiber untuk KRTI 2026

spot_img

Foto: Tim Al-Mubarok VTOL

KORAN EDUKASI — Tiga tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengembangkan wahana udara dengan fungsi berbeda untuk Kontes Robot Terbang Indonesia 2026. Inovasinya mencakup drone berkamera kecerdasan buatan, pesawat balap, serta wahana berbahan carbon fiber untuk pemetaan dan pengiriman paket darurat.

Kompetisi berlangsung di Ibu Kota Nusantara dan Institut Teknologi Kalimantan pada 21–26 September 2026. UMY menurunkan Al-Mubarok VTOL pada divisi Vertical Take-off and Landing, Firnas Aero Team pada Racing Plane, serta Badiuzzaman Aero Team pada Fixed Wing.

AI digunakan untuk navigasi dan pengiriman

Al-Mubarok VTOL memasang kamera dengan chip kecerdasan buatan untuk membantu navigasi dan proses menjatuhkan muatan. Tim berfokus pada akurasi pengiriman medicine kit ke sasaran, lalu mencapai babak delapan besar setelah mampu menyelesaikan misi.

“Setiap wahana memiliki misi dan keunggulan masing-masing sesuai divisinya,” ujar Manajer Tim KRTI 2026 UMY Nabila Rahmi Husnia Ramadani.

Firnas Aero Team mengembangkan pesawat yang mencapai kecepatan maksimal 62 meter per detik. Wahana berbobot 2,8 kilogram itu menempuh lintasan 1,4 kilometer dan dirancang tetap presisi saat melaju cepat.

Kolaborasi lintas program studi

Badiuzzaman Aero Team membawa misi pemetaan lahan, pemantauan wilayah, dan pengiriman paket darurat ke daerah terpencil. Rangka pesawat menggunakan material carbon fiber composite untuk mendukung kebutuhan wahana.

Pengembangan melibatkan mahasiswa Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknologi Informasi, Ilmu Komunikasi, dan Ilmu Pemerintahan. Kolaborasi itu mempertemukan pekerjaan mekanik, elektronik, pemrograman, komunikasi, dan pengelolaan tim dalam satu proyek.

Karya UMY melengkapi inovasi mahasiswa pada kompetisi teknologi maritim dan kapal listrik. Kedua ajang menunjukkan bahwa kompetisi dapat menjadi ruang uji rancangan, bukan sekadar perebutan peringkat.

Pengalaman kompetisi memberi tim data uji nyata mengenai akurasi, kecepatan, dan ketahanan wahana. Temuan selama pertandingan dapat menjadi bahan evaluasi teknis untuk pengembangan berikutnya, termasuk penyempurnaan sistem navigasi dan rancangan rangka.

Tim UMY belum membawa gelar juara dari KRTI 2026. Mereka menyatakan akan melanjutkan regenerasi anggota dan menyelaraskan riset mahasiswa dengan penelitian dosen agar pengembangan drone tetap berkelanjutan setelah kompetisi berakhir.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img