Foto: Universitas Bung Hatta
KORAN EDUKASI — Universitas Bung Hatta resmi membuka Fakultas Kedokteran dan menyambut mahasiswa angkatan pertama Tahun Akademik 2026/2027 pada Jumat, 16 Oktober 2026. Peresmian berlangsung di Bung Hatta Convention Hall, Kampus Proklamator I, Padang, Sumatra Barat, bersamaan dengan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru.
Pembukaan fakultas dilakukan setelah universitas memperoleh izin penyelenggaraan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Izin tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 961/B/O/2026 tertanggal 31 Agustus 2026. Dokumen izin kemudian diserahkan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah X pada 21 September 2026.
Neurosains menjadi kekhasan program
Ketua Badan Pembina Yayasan Pendidikan Bung Hatta Ganefri mengatakan pendidikan kedokteran dirancang berbasis kompetensi dengan kekhasan bidang neurosains serta penguatan nilai-nilai Kebunghattaan.
“Hari ini kita nyatakan sebagai hari lahir Fakultas Kedokteran Universitas Bung Hatta,” ujar Ganefri.
Yayasan menyatakan dukungan akan diarahkan pada sarana dan prasarana, sumber daya manusia, jejaring kerja sama, serta ekosistem pendidikan kesehatan. Universitas juga menyebut pengembangan rumah sakit pendidikan sebagai rencana ke depan, sehingga pelaksanaannya masih memerlukan tahapan lanjutan.
Mutu pendidikan menjadi perhatian
Kepala LLDIKTI Wilayah X Afdalisma menekankan bahwa pembukaan program studi harus diikuti komitmen menjaga mutu secara berkelanjutan. Mahasiswa angkatan pertama akan menjadi kelompok awal yang menguji kesiapan kurikulum, dosen, fasilitas, dan budaya akademik fakultas.
Rektor Universitas Bung Hatta Diana Kartika menyatakan fakultas baru tersebut diarahkan untuk mencetak dokter berintegritas dan profesional. Kepala Dinas Kesehatan Sumatra Barat Aklima menilai kehadirannya dapat menambah kapasitas pengembangan sumber daya manusia kesehatan di provinsi itu.
Pembukaan program baru berbeda dari proses penerimaan mahasiswa pada umumnya karena pendidikan kedokteran memerlukan kesinambungan antara tahap sarjana, profesi, wahana praktik, dan penjaminan mutu. Informasi jalur masuk, biaya, serta kapasitas angkatan berikutnya perlu merujuk pada pengumuman resmi universitas.
Peresmian ini menambah pilihan pendidikan tinggi kesehatan di Sumatra Barat sekaligus memperluas percakapan tentang akses pendidikan tenaga kesehatan. Dampaknya terhadap kebutuhan dokter dan layanan kesehatan tetap perlu dilihat melalui kualitas lulusan, keberlanjutan program profesi, dan kontribusi alumni setelah masa pendidikan selesai.




