Foto: Polbeng
KORAN EDUKASI — Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) menjalin kerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Mandau dan SMKN 4 Mandau untuk memperkuat pendidikan vokasi di Riau. Nota kesepahaman ditandatangani di Gedung Kuliah Terpadu Polbeng pada Selasa (13/10/2026).
Kerja sama mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Rencana kegiatan meliputi pengembangan kurikulum, penyediaan tenaga ahli untuk bimbingan teknis, lokakarya dan seminar, praktik kerja lapangan, serta pemanfaatan praktisi dan dosen tamu.
Menghubungkan sekolah dan perguruan tinggi vokasi
Direktur Polbeng Johny Custer menjelaskan bahwa kolaborasi dengan satuan pendidikan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Riau. Kemitraan ini memberi ruang bagi siswa SMK untuk memperoleh pengalaman belajar yang terhubung dengan fasilitas, tenaga ahli, dan lingkungan perguruan tinggi vokasi.
Pihak SMKN 3 Mandau dipimpin Kepala Sekolah Agus Subagiyo, sedangkan SMKN 4 Mandau diwakili Kepala Sekolah Iin Farlina. Penandatanganan turut dihadiri jajaran Polbeng serta Kepala Seksi Wilayah II Dinas Pendidikan Provinsi Riau Henjen Susilo.
Nota kesepahaman juga memuat pengembangan sumber daya manusia dan dukungan terhadap Program Penguatan Ekosistem Kemitraan Berbasis Potensi Daerah. Bentuk program konkret masih akan disusun sesuai bidang dan kompetensi masing-masing lembaga.
Kolaborasi tersebut relevan dengan kebutuhan sekolah kejuruan untuk menyiapkan kompetensi yang dapat digunakan setelah lulus. Sebelumnya, pelajar SMK Bekasi juga diperkenalkan dengan peluang kerja proyek PSEL Bantargebang, yang menunjukkan pentingnya hubungan antara pembelajaran dan kebutuhan lapangan.
Pelaksanaan perlu diukur lewat program nyata
Ruang lingkup yang luas belum otomatis menjamin dampak bagi siswa. Setiap kegiatan perlu dilengkapi jadwal, sasaran peserta, pembagian tanggung jawab, dan indikator hasil agar nota kesepahaman tidak berhenti pada dokumen kerja sama.
Praktik kerja lapangan dan pengembangan kurikulum dapat menjadi titik awal karena keduanya langsung memengaruhi pengalaman belajar. Keterlibatan dosen, praktisi, serta jurusan teknik dan administrasi di Polbeng dapat membantu sekolah menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan teknologi serta potensi ekonomi daerah.
Polbeng dan kedua SMK menyatakan akan menindaklanjuti kesepakatan melalui program sesuai ruang lingkup yang telah disetujui. Dampaknya bagi mutu pendidikan vokasi baru dapat dinilai setelah program berjalan dan peserta didik memperoleh akses nyata terhadap pembelajaran, praktik, serta pendampingan.




