Minggu, 11 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsPlafon SDN 2 Cepoko Sragen Ambruk, Dua Guru Luka dan Pergerakan Tanah...

Plafon SDN 2 Cepoko Sragen Ambruk, Dua Guru Luka dan Pergerakan Tanah Diduga Jadi Penyebab

spot_img

Foto: Dok. Camat Sumberlawang Iwan Budianto/detikcom

KORAN EDUKASI — Plafon ruang guru SDN 2 Cepoko di Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, ambruk dan menimpa dua guru. Kedua korban mengalami luka ringan, sedangkan dugaan awal penyebab kejadian mengarah pada pergerakan tanah yang memengaruhi struktur bangunan.

Peristiwa terjadi pada Rabu, 7 Oktober 2026, sekitar pukul 09.15 WIB di Dukuh Jaten, Desa Cepoko. Informasi mengenai insiden dan kondisi korban disampaikan Camat Sumberlawang Iwan Budianto dalam laporan yang terbit pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Suara retakan terdengar sebelum plafon roboh

Menurut Iwan Budianto, suara retakan telah terdengar sekitar pukul 07.00 WIB. Guru kemudian memindahkan televisi dan sejumlah perabot dari ruang guru sebelum plafon akhirnya runtuh ketika mereka sedang beristirahat.

“Ketika guru sedang istirahat mau makan MBG, tiba-tiba plafon ruang guru roboh dan menimpa guru yang ada di dalam ruangan,” ujar Iwan Budianto.

Dua guru bernama Fitri dan Intan menjadi korban. Fitri dilaporkan mengalami luka ringan dan syok hingga hampir pingsan, sementara Intan mengalami luka lecet. Sumber berita tidak menyebut adanya korban dari kalangan murid.

Kejadian berlangsung ketika para guru hendak menyantap Makan Bergizi Gratis. Namun, program tersebut bukan penyebab insiden; waktu makan hanya menjadi konteks saat plafon runtuh di ruang guru.

Kondisi bangunan perlu diperiksa menyeluruh

Dugaan sementara menyebut pergerakan tanah membuat tembok sekolah bergeser dan memicu keruntuhan plafon. Kesimpulan itu masih bersifat awal karena sumber belum memuat hasil pemeriksaan teknis bangunan, tingkat kerusakan pada ruang lain, maupun keputusan mengenai kelayakan penggunaan gedung.

Belum dijelaskan pula apakah kegiatan belajar murid terganggu, ruang guru ditutup sementara, atau sekolah memperoleh bangunan pengganti. Pemeriksaan struktur diperlukan untuk memastikan area lain tidak memiliki risiko serupa sebelum kembali digunakan secara normal.

Insiden di Sragen menambah perhatian terhadap keamanan sarana pendidikan. Upaya penanganannya berkaitan dengan kebutuhan memulihkan ruang belajar yang terdampak kerusakan, tetapi langkah di SDN 2 Cepoko perlu mengikuti hasil pemeriksaan teknis dan keputusan pemerintah daerah.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img