Minggu, 11 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsKemdiktisaintek Raih Dua Penghargaan AHI 2026, Kanal Informasi Pendidikan Tinggi Disorot

Kemdiktisaintek Raih Dua Penghargaan AHI 2026, Kanal Informasi Pendidikan Tinggi Disorot

spot_img

Foto: Kemdiktisaintek

KORAN EDUKASI — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meraih dua penghargaan dalam The 8th Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2026 di Surakarta, Kamis, 8 Oktober 2026. Capaian itu menempatkan pengelolaan informasi publik pendidikan tinggi sebagai bagian yang ikut dinilai dalam kompetisi komunikasi lembaga.

Dua penghargaan tersebut terdiri atas Silver Winner pada kategori Kanal Media Digital, subkategori Media Sosial Instagram, serta Bronze Winner pada kategori Kartini Humas Indonesia, subkategori Generasi Milenial. Kemdiktisaintek menyatakan penghargaan itu berkaitan dengan upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi program, kebijakan, dan layanan pendidikan tinggi, sains, serta teknologi.

Penilaian Menekankan Dampak dan Keterukuran

AHI 2026 mengusung tema “Membangun Transparansi, Menguatkan Kepercayaan Publik”. Menurut keterangan kementerian, dewan juri menilai program peserta melalui tiga ukuran utama, yakni dampak nyata, orisinalitas karya, dan keterukuran secara ilmiah.

Sebanyak 371 entri dari berbagai institusi mengikuti kompetisi tersebut. Tahap presentasi penjurian berlangsung selama lima hari pada 1–5 September 2026, sebelum pemenang menerima penghargaan pada 8 Oktober.

Kepala Biro Umum, Humas, dan Pengadaan Barang Jasa Kemdiktisaintek Manifes Zubayr menilai penghargaan itu sebagai pengakuan atas peningkatan komunikasi publik kementerian. Ia juga menyebutnya sebagai pendorong agar kanal kementerian semakin berguna sebagai rujukan masyarakat.

Informasi Publik Menjadi Bagian Layanan Pendidikan

Bagi mahasiswa, dosen, perguruan tinggi, dan keluarga calon mahasiswa, mutu komunikasi kementerian berpengaruh pada kemudahan memperoleh informasi yang tepat. Pengumuman beasiswa, perubahan kebijakan, layanan pengaduan, program riset, dan agenda pendidikan tinggi membutuhkan kanal yang mudah ditemukan serta diperbarui secara jelas.

Penghargaan komunikasi tetap merupakan penilaian atas program humas, bukan ukuran langsung atas mutu pendidikan tinggi. Karena itu, dampak akhirnya perlu dilihat dari konsistensi keterbukaan informasi, ketepatan isi, serta kemudahan publik mengakses layanan yang diumumkan.

Perkembangan komunikasi publik pendidikan tinggi juga berkaitan dengan upaya kampus menghadirkan hasil riset yang dapat dipahami masyarakat. Salah satu contohnya dapat dibaca dalam laporan Koran Edukasi tentang inovasi fototerapi portabel FK Unair.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img