Minggu, 11 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsBrian Yuliarto Minta Pemimpin Mahasiswa Membaca Data, Kampus Didorong Jadi Pusat Pertumbuhan

Brian Yuliarto Minta Pemimpin Mahasiswa Membaca Data, Kampus Didorong Jadi Pusat Pertumbuhan

spot_img

Foto: Humas Kemdiktisaintek

KORAN EDUKASI — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto meminta para pemimpin organisasi mahasiswa membangun gagasan berdasarkan data dan menghubungkan persoalan daerah dengan kekuatan riset perguruan tinggi. Kemampuan analitis dinilai penting agar mahasiswa dapat menentukan masalah yang perlu ditangani secara tepat.

Arahan tersebut disampaikan dalam Indonesia Future Leaders Summit (FLS) 2026 di Depok, Kamis, 8 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Future Leaders Camp yang mempertemukan ketua dan pengurus organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Data menjadi dasar membaca persoalan

Dalam paparan yang dirilis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto membandingkan pertumbuhan produk domestik bruto dengan perubahan jumlah penduduk miskin, rentan miskin, dan kelas menengah. Data tersebut digunakan untuk menunjukkan bahwa satu indikator tidak cukup untuk menjelaskan kondisi masyarakat secara menyeluruh.

“Ke manapun Anda pergi, harus ada angka dan data yang dapat menjelaskan,” ujar Brian Yuliarto.

Rilis kementerian menyebut produk domestik bruto Indonesia meningkat dari sekitar US$1,02 triliun pada 2017 menjadi US$1,48 triliun pada 2024. Pada periode yang sama, berdasarkan data Bank Dunia yang dikutip dalam paparan, jumlah penduduk miskin dan rentan miskin disebut naik dari 46,1 juta menjadi 49,5 juta orang, sedangkan kelas menengah turun dari 22,1 juta menjadi 17,4 juta orang.

Angka-angka tersebut merupakan data yang dipaparkan kementerian dalam forum mahasiswa. Penggunaannya dalam penyusunan gagasan tetap memerlukan pembacaan definisi, tahun rujukan, dan metodologi setiap indikator agar perbandingan tidak menghasilkan kesimpulan yang terlalu sederhana.

Kampus dihubungkan dengan riset dan pertumbuhan daerah

Brian Yuliarto juga menyoroti posisi perguruan tinggi dalam membangun pusat pertumbuhan melalui hilirisasi riset. Ia menyebut sekitar 80 persen dari 50 klaster pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia berada di sekitar perguruan tinggi, sehingga hubungan kampus, industri, dan kebutuhan daerah perlu diperkuat.

Kemdiktisaintek mendorong pengembangan pusat keunggulan di perguruan tinggi agar hasil riset memiliki jalur pemanfaatan. Dorongan tersebut masih berupa arah kebijakan dan penguatan ekosistem; dampaknya perlu dinilai melalui hasil riset yang digunakan, kemitraan yang terbentuk, serta manfaat yang diterima masyarakat.

FLS 2026 melanjutkan proses pembelajaran kepemimpinan yang pada 2025 digelar di lima regional dan melibatkan 295 mahasiswa. Agenda ini berkaitan dengan upaya memperkuat kolaborasi riset dan jejaring perguruan tinggi Indonesia, tetapi ukuran keberhasilannya tetap bergantung pada tindak lanjut peserta setelah forum berakhir.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img