Foto: Morecka/Kemendikdasmen
KORAN EDUKASI — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat peningkatan kemampuan pendidik pendidikan anak usia dini melalui Bimbingan Teknis Digitalisasi Pembelajaran PAUD Angkatan I di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan pada 7–9 Oktober 2026 itu melibatkan 181 satuan PAUD dari 39 kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Bali.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menegaskan perangkat digital harus membantu guru memperkuat mutu interaksi belajar, bukan menjadi tujuan pembelajaran. Pemanfaatannya diarahkan untuk membangun hubungan tiga arah antara pendidik, murid, dan teknologi.
“Teknologi itu betul-betul bukan tujuan, akan tetapi medium, alat sarana untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut itu tadi yaitu pendidikan yang bermutu,” ujar Atip Latipulhayat.
Tiga pilar digitalisasi pembelajaran PAUD
Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kurniawan menjelaskan program digitalisasi PAUD bertumpu pada tiga unsur. Ketiganya ialah penyediaan perangkat interaktif digital, pengembangan bahan ajar digital yang dapat digunakan secara aktif, serta penguatan kapasitas pendidik agar teknologi benar-benar masuk ke proses belajar.
Pada 2026, Kemendikdasmen menargetkan kelanjutan distribusi perangkat interaktif digital kepada 75.974 satuan PAUD yang telah melalui verifikasi. Target tersebut menunjukkan bahwa pengadaan perangkat hanya menjadi satu bagian dari program; kesiapan guru tetap menentukan cara perangkat dipakai di kelas.
Materi bimtek karena itu tidak berhenti pada pengoperasian layar interaktif. Pendidik diarahkan merancang aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, melibatkan gerak, komunikasi, eksplorasi, dan pengalaman konkret. Pendekatan ini sejalan dengan upaya memperluas praktik pembelajaran yang menguatkan logika berpikir murid tanpa menggantikan peran guru.
PAUD masuk agenda prioritas pendidikan
Kemendikdasmen menempatkan PAUD dalam agenda wajib belajar 13 tahun, rehabilitasi satuan pendidikan, pembentukan karakter dasar, serta pembiasaan hidup bersih dan sehat. Digitalisasi diposisikan sebagai dukungan bagi agenda tersebut, bukan sebagai ukuran tunggal keberhasilan layanan PAUD.
Bimtek lintas tiga provinsi ini menjadi tahap awal penguatan pendampingan sebelum perangkat digunakan lebih luas. Tantangan berikutnya terletak pada kesinambungan pelatihan, kesesuaian konten digital dengan kebutuhan anak usia dini, serta pemerataan dukungan teknis bagi satuan yang memiliki kondisi sarana berbeda.




