Minggu, 11 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsAbdul Mu’ti Dorong Jurnalistik Jadi Ekstrakurikuler, Sekolah Diharapkan Perkuat Literasi Media

Abdul Mu’ti Dorong Jurnalistik Jadi Ekstrakurikuler, Sekolah Diharapkan Perkuat Literasi Media

spot_img

Foto: PWI Pusat

KORAN EDUKASI — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mendorong pendidikan jurnalistik dan literasi media diperkuat di lingkungan sekolah. Jurnalistik dinilai dapat membantu pelajar mengembangkan kemampuan menulis, berpikir kritis, serta menyampaikan gagasan secara runtut.

Gagasan itu disampaikan Abdul Mu’ti saat mengunjungi kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan PWI dalam memperluas pendidikan literasi media.

Jurnalistik diusulkan menjadi kegiatan ekstrakurikuler

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa kerja jurnalistik tidak berhenti pada penyampaian kabar. Proses mencari informasi, memeriksa fakta, dan menyusun tulisan juga memiliki nilai pendidikan yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar pelajar.

“Kalau bisa misalnya, jurnalistik itu masuk ekstrakurikuler, bagus juga kan. Nah, itu kalau bisa kan kita lebih banyak punya karya wartawan,” ujar Abdul Mu’ti.

Usulan tersebut belum menjadi kebijakan wajib atau program nasional yang telah ditetapkan. Pembahasannya masih berupa peluang kolaborasi, sehingga pelaksanaan di sekolah akan memerlukan rancangan kegiatan, pendamping yang kompeten, dan materi yang sesuai dengan usia murid.

Literasi jurnalistik juga dapat menjadi bagian dari penguatan kecakapan bermedia. Pelajar tidak hanya belajar menghasilkan tulisan, tetapi memahami perbedaan fakta dan opini, mengenali sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, serta menimbang dampak informasi sebelum menyebarkannya.

PWI menawarkan pelatihan menulis untuk guru

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyatakan organisasi profesi wartawan itu ingin memperkuat kerja sama dengan Kemendikdasmen. Salah satu bentuk yang dibahas ialah pelatihan literasi dan kemampuan menulis bagi guru di berbagai daerah.

Keterlibatan guru menjadi penting karena kemampuan memeriksa informasi dan menulis dapat diterapkan lintas mata pelajaran. Namun, sumber resmi belum merinci jadwal, daerah sasaran, jumlah peserta, maupun bentuk kurikulum pelatihan yang akan digunakan.

Upaya tersebut sejalan dengan kebutuhan sekolah membekali murid menghadapi arus informasi digital. Penguatan literasi media dapat melengkapi pembelajaran yang mengembangkan penalaran, seperti praktik pembelajaran berpikir komputasional bagi murid, dengan penekanan pada ketelitian membaca informasi dan tanggung jawab publikasi.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img