Sabtu, 24 Oktober 2026
spot_img
BerandaFashionPendidikan IndonesiaPapua Barat Daya Salurkan 150 Laptop untuk Mendukung TKA Siswa

Papua Barat Daya Salurkan 150 Laptop untuk Mendukung TKA Siswa

spot_img

Foto: ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu

KORAN EDUKASI — Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya menyalurkan 150 laptop ke sekolah-sekolah di lima kabupaten dan satu kota untuk mendukung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Distribusi dilakukan dengan jumlah berbeda sesuai kebutuhan sekolah, mulai dari lima hingga 10 unit.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya Adolof Kambuaya mengatakan pengadaan perangkat tersebut diarahkan untuk membantu satuan pendidikan menjalankan program evaluasi akademik nasional, terutama di sekolah yang fasilitas teknologinya masih terbatas.

Distribusi menyesuaikan kebutuhan sekolah

“Untuk tahun ini, kami menyiapkan sekitar 150 laptop yang akan diserahkan ke sekolah-sekolah di kabupaten dan kota. Ada sekolah yang mendapatkan lima unit, ada juga yang mendapatkan 10 unit,” ujar Adolof Kambuaya di Sorong.

Penyaluran mencakup wilayah kabupaten dan kota di Papua Barat Daya. Dinas pendidikan belum merinci daftar penerima pada pemberitaan tersebut, tetapi menyatakan perangkat ditujukan kepada sekolah yang memerlukan dukungan untuk pelaksanaan TKA.

TKA digunakan untuk memotret kemampuan akademik siswa secara lebih terukur. Adolof Kambuaya menyebut hasilnya diharapkan membantu melihat capaian kemampuan dasar, khususnya membaca dan berhitung, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan peningkatan pembelajaran.

Fungsi laptop tidak berhenti pada ujian. Perangkat juga diharapkan memperluas akses terhadap sarana teknologi untuk pembelajaran dan evaluasi di sekolah, selama pemanfaatan, jaringan, listrik, dan pemeliharaannya dapat dijaga.

Sekolah yang belum terjangkau akan diintervensi

Pemerintah provinsi menyatakan dukungan akan dilanjutkan kepada sekolah yang belum menerima bantuan. “Kami akan terus melakukan intervensi dan membantu sekolah-sekolah di kabupaten yang belum terjangkau. Kami akan masuk untuk membantu sesuai dengan kewenangan yang ada,” kata Adolof Kambuaya.

Distribusi perangkat menjadi bagian dari upaya memperkecil kesenjangan fasilitas antarsekolah. Kesiapan perangkat perlu berjalan bersama dengan kesiapan operator, akses internet, sumber listrik, dan pengaturan jadwal agar pelaksanaan asesmen tidak terganggu.

TKA merupakan agenda yang juga membutuhkan koordinasi guru dan sekolah. Koran Edukasi sebelumnya memberitakan perlunya penguatan daya kritis siswa dalam penggunaan teknologi, sehingga perangkat digital tetap ditempatkan sebagai sarana pendukung proses belajar.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img