Foto: Humas Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
KORAN EDUKASI — Sebanyak 909 mahasiswa dari 25 perguruan tinggi mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejawi Mahasiswa Tingkat Nasional XVIII Tahun 2026 di Universitas Tarumanagara, Jakarta. Kompetisi pada 22–23 Oktober itu menjadi bagian dari pembinaan talenta mahasiswa melalui seni dan budaya.
Kegiatan diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kelompok peserta telah melewati seleksi pranasional sebelum tampil pada tingkat nasional.
“Prestasi mahasiswa tidak diukur dari kemenangan atau penghargaan yang diperoleh, tetapi tecermin dari proses belajar, keberanian untuk tampil, kemampuan menerima masukan, serta sikap sportif dalam menghadapi hasil kompetisi,” tutur Ketua Tim Kerja Sama Kemahasiswaan Sukino, mewakili Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Beny Bandanadjaja.
Dua Repertoar dan Empat Unsur Penilaian
Setiap kelompok membawakan dua repertoar, yakni musica sacra dan gospel. Komposisi paduan suara meliputi empat jenis suara: sopran, alto, tenor, dan bas.
Dewan penilai memperhatikan intonasi, kualitas suara, kesesuaian penampilan dengan partitur, serta kesan artistik secara keseluruhan. Unsur tersebut menuntut kesiapan musikal sekaligus koordinasi antarpeserta.
Direktorat Belmawa memandang proses latihan dan kompetisi sebagai pengalaman belajar di luar kelas. Mahasiswa berlatih menjaga disiplin, menerima masukan, mengelola hasil pertandingan, dan bekerja dalam kelompok dengan tanggung jawab yang terbagi.
Keberagaman Menjadi Bagian Pembelajaran
Rektor Universitas Tarumanagara Amad Sudiro menyebut paduan suara menggambarkan kehidupan dalam keberagaman. Setiap suara memiliki karakter berbeda, tetapi dapat berpadu tanpa saling meniadakan untuk menghasilkan harmoni.
Peserta juga memperoleh ruang untuk bertukar pengalaman dan membangun jejaring antarkampus. Interaksi tersebut memperluas tujuan kompetisi dari pencapaian artistik menjadi pembentukan karakter, sportivitas, dan persaudaraan.
Pembinaan talenta melalui seni melengkapi kegiatan kemahasiswaan berbasis akademik dan inovasi. Koran Edukasi sebelumnya memberitakan penentuan juara KJI dan KBGI 2026, yang juga menempatkan kompetisi nasional sebagai ruang belajar dan pengembangan kapasitas mahasiswa.




