Sabtu, 24 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu News114 Siswa SD Belajar Sains lewat Proses Produksi Baterai

114 Siswa SD Belajar Sains lewat Proses Produksi Baterai

spot_img

Foto: Dok. Panasonic

KORAN EDUKASI — Sebanyak 114 siswa SD Labschool Cibubur mengikuti pembelajaran sains melalui kunjungan ke fasilitas produksi baterai Panasonic Gobel Energy Indonesia di Cibitung, Jawa Barat. Kegiatan itu mempertemukan konsep energi yang dipelajari di sekolah dengan penerapannya dalam proses industri.

Kunjungan berlangsung Rabu, 21 Oktober 2026, dan dilaporkan pada Jumat, 23 Oktober 2026. Para siswa melihat lingkungan kerja industri, mengenal tahapan produksi baterai, serta mengikuti kegiatan praktik Battery Experience.

“Melalui kunjungan ini, siswa dapat melihat lebih dekat bagaimana teknologi baterai diproduksi dan mengenal prinsip kerja baterai melalui praktik sederhana,” kata Product Marketing Manager PT Panasonic Gobel Indonesia Septi Nila Hutami.

Dari Konsep Energi ke Praktik Langsung

Dalam sesi praktik, siswa diperkenalkan pada prinsip dasar energi melalui percobaan sederhana. Pendekatan langsung membantu mereka menghubungkan materi pelajaran dengan benda yang digunakan setiap hari.

Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia Arief Gobel menjelaskan kunjungan industri dapat membuat teknologi terasa lebih dekat bagi peserta didik. Selain mengamati pabrik, siswa memperoleh kesempatan bertanya dan melihat penerapan prosedur produksi secara nyata.

Kegiatan semacam ini juga memberi gambaran mengenai hubungan antara sains, teknologi, rekayasa, dan pekerjaan di sektor manufaktur. Namun, kunjungan tidak menggantikan pembelajaran terstruktur di sekolah dan tetap perlu disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak.

Program Kunjungan Akan Dibuka Lebih Luas

Perusahaan menyebut kegiatan tersebut sebagai langkah awal membuka program kunjungan pabrik bagi masyarakat. Rencana itu diarahkan agar lebih banyak generasi muda mengenal proses produksi dan peran baterai dalam mendukung kebutuhan sehari-hari.

Bagi sekolah, pengalaman belajar di luar kelas dapat menjadi bahan tindak lanjut berupa diskusi, laporan pengamatan, atau proyek sains sederhana. Guru tetap berperan menjelaskan konsep serta memastikan informasi teknis dipahami sesuai usia siswa.

Pengenalan teknologi sejak sekolah dasar melengkapi pengembangan talenta digital pada jenjang berikutnya. Koran Edukasi sebelumnya memberitakan kompetisi digital bagi guru dan siswa SMK yang mendorong peserta mengubah pengetahuan menjadi karya dan solusi.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img