Foto: Dokumentasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
KORAN EDUKASI — Guru Besar Pendidikan Anak Usia Dini dan Kesejahteraan Sosial Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Maila Dinia Husni Rahiem, kembali tercantum dalam World’s Top 2% Scientists 2026 untuk kategori dampak sitasi tahunan. Pencapaian ini menjadi tahun keempat berturut-turut sejak 2023.
Daftar tersebut menggunakan basis data indikator sitasi yang disusun John P.A. Ioannidis dari Stanford University dan diterbitkan melalui Elsevier Data Repository. Pemutakhiran 2026 untuk kategori tahunan menghitung sitasi selama 2025 serta mempertimbangkan dampak sitasi dan pola kepengarangan.
Riset Aceh dipakai untuk edukasi risiko bencana
Pengolahan TOPSCINET menempatkan Maila pada urutan kedua dalam subbidang pendidikan dan ketiga dalam ilmu sosial di antara ilmuwan berafiliasi di Indonesia yang tercantum. Dalam subbidang pendidikan, posisinya berada di sekitar 1,2 persen teratas dunia.
Salah satu karya yang mendapat perhatian membahas pengalaman 27 penyintas yang masih anak-anak ketika tsunami Aceh 2004 terjadi. Penelitian itu mengkaji tanggung jawab keluarga, norma sosial, dan pengetahuan keselamatan yang memengaruhi kerentanan perempuan saat bencana.
Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengurangan Risiko Bencana menggunakan temuan tersebut dalam materi kampanye Hari Kesadaran Tsunami Sedunia 2023. Penggunaan itu menunjukkan bahwa penelitian lapangan di Indonesia dapat berkontribusi pada pendidikan kebencanaan di tingkat internasional.
Pembelajaran digital anak ikut dirujuk
Karya lain menelaah penggunaan teknologi sederhana untuk menghidupkan kegiatan bercerita dalam pendidikan anak usia dini. Studi kasus di Jakarta tersebut menyoroti peran guru dalam mengolah gambar, suara, dan presentasi agar anak terlibat dalam pembelajaran.
Artikel itu dirujuk peneliti dari University of Oxford, Edith Cowan University, dan The Education University of Hong Kong. Jejak sitasi memperlihatkan bagaimana praktik pembelajaran yang diteliti di Indonesia masuk ke percakapan akademik lintas negara.
Maila kini juga bertugas sebagai Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru. Keterkaitan riset, teknologi, dan praktik belajar menjadi penting ketika sekolah menghadapi penggunaan kecerdasan buatan, sebagaimana dibahas dalam artikel AI dan proses berpikir siswa.




