Senin, 12 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsAnak Korban Kebakaran Serdang Tetap Belajar, Sekolah Siapkan Skema Darurat

Anak Korban Kebakaran Serdang Tetap Belajar, Sekolah Siapkan Skema Darurat

spot_img

Foto: ANTARA/Rudiyanto

KORAN EDUKASI — Anak-anak yang terdampak kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, tetap mengikuti pendidikan selama masa pemulihan. Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan menyiapkan skema belajar darurat yang disesuaikan dengan kondisi setiap murid.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan Ansori mengatakan pendataan sedang dilakukan untuk mengetahui jumlah anak terdampak sekaligus menentukan kebutuhan pembelajaran. Satuan pendidikan diminta tidak meliburkan murid, tetapi memberi kelonggaran agar proses belajar dapat terus berjalan.

“Mereka tidak diliburkan, tetapi sistem belajarnya disesuaikan dengan kondisi yang ada,” ujar Ansori di Toboali, Minggu (11/10/2026).

Seragam dilonggarkan, guru dapat mendatangi posko

Penyesuaian yang disiapkan mencakup izin bagi siswa datang ke sekolah tanpa seragam resmi. Kebijakan itu mempertimbangkan kemungkinan pakaian dan perlengkapan sekolah ikut hilang atau rusak akibat kebakaran.

Jika kondisi anak belum memungkinkan untuk belajar di sekolah, guru dapat mendatangi posko pengungsian. Mekanisme tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan, termasuk keadaan keluarga dan lingkungan sekolah.

Pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan perlengkapan sekolah. Bantuan itu dimaksudkan agar kebutuhan dasar belajar tidak menjadi hambatan tambahan bagi anak yang sedang menghadapi masa pemulihan bersama keluarganya.

Layanan pendidikan mengikuti perkembangan pemulihan

Skema darurat ini menunjukkan bahwa keberlanjutan belajar tidak selalu harus berlangsung dengan pola normal. Dalam situasi bencana, kehadiran sekolah dapat dipertahankan melalui kelonggaran administratif, perubahan tempat belajar, dan dukungan perlengkapan sesuai kebutuhan murid.

Ansori menegaskan pelaksanaannya akan mengikuti situasi hingga kondisi masyarakat dan lingkungan sekolah kembali normal. Karena pendataan masih berlangsung, jumlah pasti siswa yang membutuhkan penyesuaian belum diumumkan.

Pilihan tersebut memberi sekolah dua jalur layanan: murid yang mampu datang tetap belajar di kelas, sedangkan anak yang belum dapat meninggalkan pengungsian dijangkau oleh guru.

Langkah Bangka Selatan melengkapi beragam bentuk adaptasi layanan pendidikan saat keadaan darurat. Sebelumnya, sekolah di Pekanbaru menerapkan pembelajaran jarak jauh akibat kabut asap, sedangkan di Serdang pemerintah daerah memilih kombinasi kelonggaran sekolah dan pembelajaran di posko.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img