Senin, 12 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu MasyarakatSekolah Rakyat Deli Serdang Terapkan Sistem MEME dan Program Karakter BERSUKA

Sekolah Rakyat Deli Serdang Terapkan Sistem MEME dan Program Karakter BERSUKA

spot_img

Foto: ANTARA/Juraidi

KORAN EDUKASI — Sekolah Rakyat Terintegrasi I Deli Serdang, Sumatera Utara, memadukan kurikulum nasional dengan kurikulum asrama serta menerapkan sistem Multi Entry Multi Exit (MEME). Sekolah juga menyediakan satu hari khusus setiap pekan untuk penguatan karakter melalui Program BERSUKA.

Pelaksanaan program itu disampaikan saat Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo meninjau sekolah di Kecamatan Hamparan Perak pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Pemerintah daerah menempatkan mutu pembelajaran, kompetensi pendidik, dan keamanan lingkungan sebagai perhatian utama bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

MEME mengatur mekanisme masuk dan keluar

Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama I Terintegrasi Deli Serdang Reni Lasmaria Sinaga menjelaskan bahwa MEME bukan kurikulum tersendiri. Sistem tersebut mengatur mekanisme peserta didik masuk dan keluar dari layanan pendidikan sesuai ketentuan.

Pembelajaran akademik tetap mengikuti kurikulum nasional, kemudian dilengkapi kurikulum asrama serta supervisi. Kombinasi itu dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan sekolah berasrama tanpa melepaskan standar pembelajaran yang berlaku secara nasional.

Sekolah menyediakan kegiatan ekstrakurikuler berupa taekwondo, karate, paduan suara, kelas olimpiade, kelas internasional, Pramuka, Palang Merah Remaja, dan futsal. Ragam kegiatan memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat di luar pembelajaran kelas.

Sabtu difokuskan untuk pendidikan karakter

Program BERSUKA merupakan singkatan dari Bersama Wali Asuh dan Wali Asrama Kesayanganku. Setiap Sabtu, siswa mengikuti kegiatan pendidikan karakter bersama wali asuh dan wali asrama yang mendampingi kehidupan mereka di lingkungan sekolah.

“Itu sangat penting diterapkan di Sekolah Rakyat,” ujar Lom Lom Suwondo mengenai pembelajaran berkualitas dan pendidikan karakter.

Pendampingan mahasiswa kadet Universitas Pertahanan Republik Indonesia juga diharapkan menambah pengalaman dan motivasi siswa. Pemerintah daerah meminta pendekatan yang humanis dan penuh kepedulian agar disiplin tidak berubah menjadi praktik yang merendahkan atau memicu perundungan.

Efektivitas sistem MEME dan BERSUKA tetap perlu dilihat melalui keberlanjutan belajar, perkembangan karakter, serta kesejahteraan siswa di asrama. Program ini berjalan beriringan dengan penguatan akses Sekolah Rakyat di daerah lain, termasuk layanan antar-jemput siswa di Penajam.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img