Foto: MI/SUMARIYADI
KORAN EDUKASI — Sembilan tim finalis Genohack 2026 mempresentasikan solusi berbasis genomik pada Grand Final di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB). Ajang ini menempatkan riset, pemecahan masalah, dan rencana penerapan sebagai satu rangkaian pengembangan inovasi.
Genohack 2026 diikuti 18 tim dengan total 85 peserta. Setelah tahap seleksi, sembilan tim maju ke final untuk mengembangkan gagasan pada tiga bidang utama: diagnostik genomik presisi, genomik untuk ketahanan pangan dan biodiversitas, serta biomanufaktur dan biologi sintetis.
Rangkaian program terdiri atas bootcamp pada 17–22 Oktober dan hackathon pada 23–25 Oktober 2026. Para peserta mendapat pendampingan untuk menguji masalah yang dipilih, menyusun solusi, dan memperjelas jalur pengembangan setelah kompetisi.
Dukungan Riset Berbasis Tantangan
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Faudzan Adziman mendorong riset yang berangkat dari tantangan nyata. Pendekatan tersebut menuntut peneliti memahami kebutuhan pengguna dan konteks penerapan, bukan berhenti pada keluaran laboratorium.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan inkubator juga menjadi elemen penting untuk menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan pasar,” ujar Faudzan Adziman.
Penyelenggaraan melibatkan ITB, SoluSEA Venture Labs, Synbio Indonesia, dan Genepica, serta mendapat dukungan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek. Kolaborasi ini ditujukan untuk mempertemukan keahlian ilmiah, pendampingan bisnis, dan jejaring pengembangan teknologi.
Enam Bulan Pengembangan Lanjutan
Tim terpilih tidak berhenti pada presentasi final. Program pengembangan lanjutan dijadwalkan berlangsung selama enam bulan, dari November 2026 hingga April 2027, untuk memperkuat validasi teknologi, model pemanfaatan, dan kesiapan implementasi.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli juga menyoroti kebutuhan menghubungkan lulusan dengan pengalaman kerja dan keterampilan yang relevan. Ia menyebut program magang nasional serta balai latihan kerja sebagai bagian dari ekosistem penyiapan tenaga kerja, tetapi dampaknya tetap perlu diukur dari kualitas penempatan dan kompetensi peserta.
Genohack menambah ruang inovasi kampus yang sebelumnya juga terlihat pada program Nvidia dan ITB bagi mahasiswa pencipta kecerdasan buatan. Tantangan berikutnya ialah memastikan prototipe melewati validasi ilmiah, etika, regulasi, dan kebutuhan pengguna sebelum diterapkan luas.




