Foto: ANTARA/HO-UNP Kediri
KORAN EDUKASI — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan mengingatkan sarjana baru agar tidak hanya mengandalkan ijazah ketika memasuki dunia kerja. Kompetensi, kemampuan beradaptasi, jejaring, dan kemauan terus belajar menjadi bekal yang sama pentingnya setelah lulus.
Pesan itu disampaikan dalam wisuda ke-68 Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, Jawa Timur. Sebanyak 1.824 lulusan dari lima fakultas mengikuti prosesi tersebut dan bersiap memasuki pasar kerja maupun melanjutkan pendidikan.
Menurut Fauzan, perguruan tinggi setiap tahun meluluskan sedikitnya dua juta orang. Besarnya jumlah tersebut membuat persaingan tidak cukup dihadapi dengan dokumen akademik, melainkan dengan bukti keterampilan yang relevan dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Kampus diminta memperkuat kesiapan lulusan
Perguruan tinggi memegang peran penting untuk menghubungkan pembelajaran dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Kurikulum, pengalaman proyek, magang, serta kegiatan organisasi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melatih komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, dan penguasaan teknologi.
Lulusan juga perlu memahami bahwa kebutuhan pekerjaan terus berubah. Keterampilan teknis yang dikuasai saat kuliah harus diperbarui, sementara kemampuan berpikir kritis dan belajar mandiri membantu mereka menyesuaikan diri dengan bidang baru.
UNP Kediri pada tahun ini memperoleh kuota 200 penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah. Dukungan tersebut membuka akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan ekonomi dan akademik, tetapi kelulusan tetap perlu disertai kesiapan menghadapi tahapan setelah kampus.
Inovasi menjadi ukuran kontribusi
Penguatan kompetensi tidak hanya diarahkan untuk memperoleh pekerjaan. Pengetahuan yang dipelajari di kampus juga dapat digunakan untuk membangun usaha, mengembangkan riset terapan, atau menghasilkan solusi bagi persoalan di lingkungan sekitar.
Jejaring profesional dapat dibangun sejak kuliah melalui dosen, alumni, organisasi, dan mitra kampus. Namun, jejaring tidak menggantikan kompetensi. Lulusan tetap perlu menunjukkan portofolio, pengalaman proyek, atau hasil kerja yang menjelaskan kemampuan mereka secara konkret kepada calon pemberi kerja.
Pesan tersebut sejalan dengan dorongan agar kampus memimpin inovasi dan tidak sekadar mengikuti pasar. Bagi sarjana baru, tantangannya adalah menerjemahkan gelar akademik menjadi kemampuan yang dapat diuji, dikembangkan, dan memberi manfaat nyata.




