Foto: Humas Kemnaker
KORAN EDUKASI — Pemerintah menargetkan 150 ribu peserta mengikuti MagangHub dalam tiga batch sepanjang 2026. Hingga September, jumlah peserta mencapai 87.122 orang, terdiri atas 46.160 peserta batch pertama dan 40.962 peserta batch kedua.
Pendaftaran batch ketiga dibuka pada 27 Oktober hingga 1 November 2026. Peserta yang lolos dijadwalkan memulai program pada 16 November dan menjalani magang selama enam bulan di perusahaan atau lembaga yang terdaftar.
Program ditujukan kepada lulusan diploma tiga (D3) dan sarjana (S1) dengan masa kelulusan paling lama satu tahun. Ketentuan ini menempatkan MagangHub sebagai jembatan awal bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja yang terstruktur.
Peserta memperoleh uang saku dan perlindungan
Selama program, peserta memperoleh uang saku bulanan yang nilainya disetarakan dengan upah minimum kabupaten atau kota di lokasi magang. Mereka juga mendapat perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.
Setiap peserta didampingi mentor dan menerima sertifikat setelah menyelesaikan program. Pendampingan dibutuhkan agar tugas yang diberikan tidak sekadar pekerjaan rutin, tetapi berkaitan dengan kompetensi yang ingin dibangun.
Meski memberi pengalaman dan akses ke lingkungan kerja, program magang tidak otomatis menjamin peserta diangkat menjadi pegawai. Hasil setelah program bergantung pada kinerja peserta, kebutuhan perusahaan, dan proses rekrutmen masing-masing lembaga.
Pendaftaran perlu mengikuti jadwal resmi
Calon peserta perlu memeriksa kelayakan, pilihan posisi, lokasi, serta dokumen yang diminta sebelum batas pendaftaran. Informasi resmi menjadi rujukan utama karena jadwal seleksi dan penempatan dapat berbeda pada setiap batch.
Perusahaan peserta juga memegang tanggung jawab menyediakan tugas dan pembimbing yang sesuai. Kualitas program tidak hanya diukur dari banyaknya pendaftar, tetapi dari kecocokan posisi, proses belajar selama enam bulan, serta bukti kompetensi yang dapat dibawa peserta setelah program berakhir.
MagangHub menjadi salah satu jalur untuk memperpendek masa transisi dari kampus ke pekerjaan, melengkapi upaya perguruan tinggi meningkatkan keterserapan lulusan dalam 15 bulan setelah kelulusan. Target 150 ribu merupakan sasaran program, bukan jumlah peserta yang telah selesai magang.




