Foto: ANTARA/Rubby Jovan
KORAN EDUKASI — NVIDIA dan Institut Teknologi Bandung (ITB) mendorong mahasiswa meningkatkan kemampuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tidak hanya sebagai pengguna tetapi juga sebagai pembuat solusi. Upaya itu dijalankan melalui RTX AI PC Day di Bandung pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Kegiatan mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan pegiat teknologi untuk mempelajari perkembangan AI serta penerapannya dalam pendidikan, industri kreatif, produktivitas, dan permainan digital. Kolaborasi industri dan kampus dinilai dapat memperluas akses terhadap teknologi komputasi sekaligus mempercepat pembentukan keterampilan.
Mahasiswa diarahkan menjadi pembuat solusi
Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia Adrian Lesmono mengatakan mahasiswa perlu memperoleh ruang untuk bereksperimen dan mengembangkan inovasi yang relevan bagi masyarakat maupun industri.
“NVIDIA berperan sebagai katalisator yang menjembatani dunia industri dan pendidikan untuk mempercepat inovasi AI. Melalui dukungan teknologi dan akses terhadap komputasi AI, NVIDIA mendorong mahasiswa untuk bereksperimen, mengembangkan keterampilan, dan bertransformasi dari pengguna menjadi pencipta solusi AI,” kata Adrian Lesmono.
Menurut dia, AI bukan jalan pintas yang menggantikan pemahaman keilmuan. Teknologi tersebut seharusnya memperkuat kemampuan manusia dalam mengenali masalah, mengolah informasi, dan merancang jawaban atas tantangan nyata.
ITB menyiapkan aturan penggunaan AI
Pelaksana Tugas Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Edwan Kardena mengatakan perkembangan AI berlangsung cepat dan telah membawa perubahan besar bagi pendidikan. Perguruan tinggi perlu beradaptasi tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Perubahan juga menyentuh metode mengajar dan evaluasi. Dosen perlu menilai proses mahasiswa memahami persoalan, menganalisis informasi, dan menemukan solusi, bukan hanya memeriksa hasil akhir yang dapat dihasilkan dengan bantuan teknologi.
ITB sedang menyusun regulasi internal agar penggunaan AI di lingkungan kampus berlangsung bijaksana, merata, dan optimal untuk pendidikan maupun penelitian. Sumber belum menyebut jadwal penerbitan maupun ruang lingkup rinci aturan tersebut.
Penekanan pada daya kritis juga muncul di pendidikan sekolah. Sebelumnya, guru di Bantul diminta memastikan AI tidak menjadi jalan pintas bagi siswa. Kesamaan pesan itu menunjukkan literasi AI perlu mencakup keterampilan teknis, penalaran, etika, dan kemampuan memeriksa hasil teknologi.




