Minggu, 18 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsSekolah Gratis Banten 2026/2027 Ditargetkan Menjangkau 59.697 Siswa Swasta

Sekolah Gratis Banten 2026/2027 Ditargetkan Menjangkau 59.697 Siswa Swasta

spot_img

Foto: ANTARA/HO-Pemprov Banten

KORAN EDUKASI — Pemerintah Provinsi Banten menargetkan program sekolah gratis tahun ajaran 2026/2027 menjangkau 782 SMA, SMK, dan sekolah khusus swasta dengan 59.697 siswa penerima manfaat. Target tersebut disampaikan Gubernur Banten Andra Soni dalam Muktamar XI Al Khairiyah di Cilegon.

Pada tahun ajaran 2025/2026, program serupa telah menjangkau 801 sekolah swasta dan 60.705 siswa. Perbandingan itu menunjukkan jumlah sekolah dan penerima yang ditargetkan pada periode berikutnya lebih rendah, sehingga rincian perubahan cakupan perlu dilihat dalam petunjuk pelaksanaan serta data peserta.

Pemprov Banten juga meresmikan tujuh unit sekolah baru sepanjang 2026, terdiri atas dua SMA, empat SMK, dan satu sekolah khusus. Keseluruhan unit baru itu memiliki daya tampung 1.356 peserta didik.

Empat sekolah masuk Garuda Transformasi

Selain sekolah gratis, empat satuan pendidikan di Banten ditetapkan sebagai SMA Unggul Garuda Transformasi. Sekolah tersebut ialah SMA Labschool Cirendeu, SMA Swasta Kharisma Bangsa, SMA Negeri CMBBS, dan Madrasah Aliyah Swasta Ibad Ar Rahman.

“Saya berharap seluruh lembaga pendidikan Al Khairiyah dapat menjadi mitra strategis Pemprov Banten,” ujar Andra Soni.

Pemerintah provinsi juga menjalankan tujuh Sekolah Rakyat di Tangerang Selatan, Lebak, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Tangerang. Beragam skema itu memiliki sasaran berbeda, sehingga koordinasi diperlukan agar penerimaan murid, bantuan pembiayaan, dan penguatan mutu tidak saling tumpang tindih.

Al Khairiyah diajak memperluas kemitraan

Al Khairiyah memiliki jaringan pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Organisasi yang berakar dari Pondok Pesantren Al Khairiyah di Citangkil itu kini juga menaungi universitas dan institut agama Islam.

Pemprov Banten mengajak jaringan tersebut memperkuat akses dan kualitas pendidikan. Kemitraan dapat mencakup penyelarasan program, pertukaran pengalaman pengelolaan sekolah, dukungan kepada guru, serta pendampingan peserta didik.

Perluasan sekolah gratis sejalan dengan pembahasan mengenai skema pendidikan gratis dari PAUD hingga perguruan tinggi. Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah sekolah dan siswa; mutu pembelajaran, keberlanjutan pembiayaan, transparansi penerima, dan kondisi tenaga pendidik juga perlu diawasi.

Target 59.697 siswa merupakan rencana tahun ajaran 2026/2027. Realisasi akhirnya bergantung pada verifikasi sekolah dan murid, kesiapan anggaran, serta mekanisme penyaluran yang ditetapkan pemerintah daerah.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img