Foto: Yuswan R./Kemendikdasmen
KORAN EDUKASI — SD Negeri 173281 Lumban Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, kini memiliki ruang belajar yang lebih layak setelah menerima bantuan revitalisasi senilai Rp775.180.174 pada 2025. Dana tersebut digunakan untuk merehabilitasi dua ruang kelas dan toilet beserta sanitasinya, sekaligus membangun ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan perpustakaan.
Sebelum perbaikan, kegiatan belajar terganggu oleh lantai berlubang, atap bocor, plafon lapuk, kaca jendela pecah, serta toilet yang tidak memadai. Kondisi itu paling terasa ketika hujan karena keamanan dan kenyamanan ruang kelas menurun.
Kepala SD Negeri 173281 Lumban Julu Tamaria Purba menyatakan sekolah belum pernah memperoleh perbaikan sarana dan prasarana secara signifikan sejak didirikan. Setelah revitalisasi, lingkungan sekolah dinilai lebih rapi dan kegiatan belajar dapat berlangsung lebih kondusif.
Revitalisasi mencakup 107 sekolah pada 2025
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meninjau hasil perbaikan pada Kamis, 15 Oktober 2026. Dalam kunjungan itu, ia juga melihat pembelajaran bahasa Inggris menggunakan Papan Interaktif Digital atau Interactive Flat Panel (IFP).
“Sekolahnya kelihatan wajahnya baru, penampilannya baru, mudah-mudahan semangatnya juga baru,” ujar Abdul Mu’ti.
Program revitalisasi pada 2025 menjangkau 107 satuan pendidikan di Tapanuli Utara, terdiri atas 3 PAUD, 79 SD, 13 SMP, 6 SMA, dan 6 SMK. Total anggarannya mencapai Rp79,47 miliar. Perbaikan fisik ini melengkapi upaya membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Anggaran 2026 mencapai Rp67,97 miliar
Pada 2026, sebanyak 91 sekolah di kabupaten tersebut telah menandatangani perjanjian kerja sama revitalisasi dengan total anggaran Rp67,97 miliar. Penerimanya meliputi 31 PAUD, 42 SD, 8 SMP, 6 SMA, dan 4 SMK.
Hingga rilis diterbitkan, dana yang telah disalurkan mencapai Rp54,48 miliar. Angka itu menunjukkan program masih berjalan, sehingga hasil akhirnya tetap perlu dilihat dari penyelesaian bangunan, kelayakan fasilitas, serta pemanfaatannya dalam proses belajar.
Kemendikdasmen menempatkan revitalisasi sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan memperoleh pendidikan yang setara. Di tingkat sekolah, keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga oleh pemeliharaan ruang, sanitasi, perpustakaan, dan UKS agar manfaatnya bertahan bagi murid dan guru.




