Foto: ANTARA/HO-Humas Polres Bangka
KORAN EDUKASI — Kepolisian Resor Bangka mendata anak putus sekolah di Rumah Susun Sederhana Sewa Lingkungan Nelayan 2, Sungailiat, Kabupaten Bangka. Pendataan dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai anak yang tidak lagi mengikuti pendidikan formal di kawasan tersebut.
Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat Polres Bangka Inspektur Polisi Satu Sumarjan mengatakan kegiatan lapangan difokuskan di lingkungan rusunawa. Hasilnya akan digunakan sebagai referensi untuk memetakan sebaran anak putus sekolah dan kebutuhan perhatian lanjutan dari pihak terkait.
Data awal untuk menentukan tindak lanjut
Petugas berdialog dengan warga dan keluarga untuk mengidentifikasi anak yang tidak bersekolah. Pendekatan langsung diperlukan karena data administratif belum tentu menjelaskan alasan seorang anak berhenti belajar, kondisi keluarga, atau hambatan yang mereka hadapi.
Sumarjan berharap pendataan mendorong keterlibatan orang tua, masyarakat, dan lembaga terkait dalam menjaga keberlanjutan pendidikan anak. Polres Bangka menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari program kepedulian pendidikan sekaligus upaya memahami persoalan sosial di lingkungan warga.
Sumber belum menyebut jumlah anak yang ditemukan, rentang usia, jenjang terakhir, maupun penyebab mereka meninggalkan sekolah. Tanpa rincian tersebut, kegiatan 16 Oktober 2026 perlu dipahami sebagai tahap identifikasi, bukan bukti bahwa seluruh anak telah kembali memperoleh layanan pendidikan.
Pemetaan perlu diikuti jalur kembali belajar
Hasil pendataan akan lebih bermanfaat bila ditindaklanjuti bersama dinas pendidikan, sekolah, pemerintah kelurahan, dan layanan sosial. Pilihannya dapat berbeda untuk setiap anak, bergantung pada usia, dokumen pendidikan, kondisi ekonomi keluarga, serta kesiapan kembali ke sekolah atau jalur pendidikan nonformal.
Pendataan lapangan melengkapi upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung keberlanjutan belajar. Tantangannya adalah memastikan temuan tidak berhenti sebagai daftar nama, melainkan menjadi dasar layanan yang dapat dipantau.
Polres Bangka juga menyebut komunikasi dengan masyarakat dapat membantu mengenali persoalan sosial dan mencegah kenakalan remaja. Meski demikian, keberhasilan program pendidikan tetap perlu diukur dari tindak lanjut yang nyata, seperti rujukan layanan, pendampingan keluarga, dan jumlah anak yang kembali belajar.




