Senin, 12 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsIMSO 2026 Ditutup, Juri Soroti Penerapan Konsep Sains dan Pengolahan Data

IMSO 2026 Ditutup, Juri Soroti Penerapan Konsep Sains dan Pengolahan Data

spot_img

Foto: Nurlaili/Kemendikdasmen

KORAN EDUKASI — International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 resmi ditutup di Depok, Jawa Barat, Selasa, 6 Oktober 2026. Selain menjadi arena kompetisi, hasil evaluasi akademik menunjukkan sejumlah bagian yang masih perlu diperkuat, terutama kemampuan menerapkan konsep sains dan mengolah data menjadi grafik.

Kompetisi berlangsung selama enam hari dan dilengkapi seminar internasional, malam kebudayaan, serta wisata edukasi. Penutupan diselenggarakan di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Juri menemukan kekeliruan konsep

Laporan Komite Akademik Bidang Sains menyebut peserta secara umum memahami berbagai konsep dasar. Namun, juri masih menemukan kekeliruan pada penyajian grafik, gravitasi dan percepatan, arus dan hambatan listrik, penguapan dan kondensasi, serta perbedaan unsur, senyawa, dan campuran.

Pada tes eksperimen, komunikasi dan kerja sama tim memperoleh apresiasi. Kendati demikian, sebagian peserta dinilai masih lebih mengandalkan hasil pengamatan daripada menghubungkannya dengan konsep ilmiah. Kesulitan lain terlihat ketika data percobaan harus diubah menjadi grafik yang tepat.

Ketua Umum IMSO Raden Ridwan Hasan Saputra menekankan nilai pembelajaran dan hubungan antarpeserta dalam kompetisi tersebut. “IMSO jauh lebih dari sekadar kompetisi. Ini adalah sebuah keluarga besar internasional yang dipersatukan oleh semangat penemuan dan rasa saling menghormati,” ujar Raden Ridwan Hasan Saputra.

Evaluasi itu memberi gambaran bahwa penguasaan pengetahuan perlu berjalan bersama kemampuan menafsirkan bukti. Dengan demikian, hasil kompetisi tidak hanya dibaca dari perolehan medali, tetapi juga dari bagian pembelajaran yang perlu diperbaiki.

Soal matematika lebih menantang

Komite Akademik Bidang Matematika mencatat 207 peserta dari 23 negara mengikuti bidang matematika. Ujian dibagi menjadi isian singkat, uraian, dan eksplorasi untuk menguji kelancaran matematis, penalaran logis, pemahaman konsep, dan pemecahan masalah secara kreatif.

Rerata skor keseluruhan tercatat 24,43, sedangkan skor individu tertinggi mencapai 65. Panitia menyatakan tingkat kesulitan soal lebih tinggi dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, dengan selisih nilai yang tipis antara peraih medali perak dan perunggu.

Penutupan ini menjadi perkembangan lanjutan dari keikutsertaan 63 siswa Indonesia dalam IMSO 2026. Catatan akademik dari kompetisi dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pembinaan matematika dan sains tanpa menyederhanakan keberhasilan peserta hanya menjadi peringkat akhir.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img