Foto: ANTARA/Rachmat J.
KORAN EDUKASI — Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) memantau 49 penerima beasiswa asal Mimika yang menempuh pendidikan di Bandung, Jawa Barat. Mereka terdiri atas 17 mahasiswa dan 32 pelajar sekolah menengah atas yang programnya dikelola mitra lokal Yayasan Pendidikan Kamoro Bangkit (YPKB).
Tim Monitoring dan Evaluasi YPMAK meninjau proses pendidikan, pelayanan, dan pendampingan penerima beasiswa. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hak serta kebutuhan peserta terpenuhi selama menjalani studi jauh dari daerah asal.
Akademik dan pendampingan diperiksa
Deputi Pengurus Bidang Monitoring dan Evaluasi YPMAK Fransiskus Xaverius Wanmang mengatakan peninjauan menjadi instrumen untuk melihat kondisi penerima beasiswa secara langsung di kota studi.
“Kami memastikan mereka peserta beasiswa bersekolah dengan baik, mendapat perhatian dan pendampingan yang baik dari mitra pengelola,” kata Fransiskus Xaverius Wanmang.
Para pelajar bersekolah di SMA YAS Bandung, sedangkan mahasiswa tersebar antara lain di Universitas Advent Indonesia dan Universitas Langlangbuana. Tim memeriksa perkembangan akademik secara berkala, capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), dan masa studi berdasarkan target dalam pedoman beasiswa YPMAK.
Evaluasi mencakup layanan mitra
Pemantauan tidak terbatas pada dokumen akademik. Tim juga berinteraksi dengan para penerima untuk mengetahui kendala operasional maupun sosial di perantauan, sekaligus memberikan dorongan agar mereka mempertahankan motivasi dan menyelesaikan studi tepat waktu.
YPMAK merupakan pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia. Dalam program di Bandung, pengelolaan peserta dilakukan melalui YPKB, sehingga evaluasi juga menjadi dasar untuk menilai mutu pelayanan dan efektivitas pendampingan yang diberikan mitra lokal.
Pendampingan yang responsif penting agar hambatan tidak berkembang hingga mengganggu kelanjutan studi. Prinsip layanan setara juga menjadi perhatian di perguruan tinggi secara umum. Sebelumnya, kampus didorong mempercepat pembentukan Unit Layanan Disabilitas agar kebutuhan mahasiswa dapat ditangani melalui mekanisme kelembagaan yang jelas.
YPMAK menyatakan pemantauan ini ditujukan untuk menjaga kelancaran pendidikan penerima beasiswa di Bandung. Hasil peninjauan perlu menjadi bahan perbaikan bagi pengelola dan mitra, terutama jika ditemukan persoalan akademik, layanan, atau pendampingan yang berpotensi menghambat target studi.




