Foto: Dok. Istimewa/detikcom
KORAN EDUKASI — SMA Kemala Taruna Bhayangkara menyosialisasikan Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2027/2028 kepada masyarakat di kawasan Car Free Day Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu, 18 Oktober 2026. Kegiatan tersebut disertai penampilan perdana drum band sekolah di ruang publik.
Tim Lembaga Perguruan Kemala Taruna Bhayangkara, siswa, unsur Staf Sumber Daya Manusia Mabes Polri, dan SDM Polda memberikan informasi mengenai program pendidikan, persyaratan, serta tahapan seleksi. Masyarakat dan orang tua juga memperoleh kesempatan berkonsultasi langsung mengenai pendaftaran.
Minat pendaftar meningkat
Menurut data yang disampaikan sekolah kepada detikNews, pendaftaran angkatan pertama diikuti 11.765 orang. Jumlah tersebut meningkat menjadi 17.291 pendaftar pada angkatan kedua. Angka itu menggambarkan tingginya minat, tetapi bukan ukuran langsung mengenai mutu hasil belajar atau peluang kelulusan peserta seleksi.
SMA KTB merupakan sekolah berasrama yang memadukan kurikulum International Baccalaureate dengan Kurikulum Nasional. Programnya mencakup pembelajaran akademik, pembentukan karakter, kepemimpinan, literasi, seni, olahraga, serta pemanfaatan teknologi.
Ketua Eksekutif LP-KTB Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan sekolah perlu membangun ekosistem yang membentuk karakter, kemandirian, kepemimpinan, dan kemampuan menghadapi perkembangan zaman. Ia juga menekankan evaluasi pembelajaran dan tata kelola secara berkelanjutan.
Informasi seleksi harus mudah dibandingkan
Sosialisasi di ruang publik dapat membantu calon murid mengenali model pendidikan sekolah sebelum mendaftar. Namun, calon peserta tetap perlu merujuk kanal resmi untuk memastikan jadwal, persyaratan, kuota, mekanisme seleksi, serta ketentuan pembiayaan terbaru.
Penampilan drum band dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan salah satu ruang pengembangan nonakademik siswa, terutama kerja sama tim, kedisiplinan, dan kepercayaan diri. Capaian kegiatan siswa sebaiknya dibaca bersama informasi mengenai proses belajar, pendampingan asrama, dan layanan perlindungan murid.
Sosialisasi ini melengkapi agenda pengenalan sekolah unggulan yang sebelumnya digelar melalui Open House SMA Unggul Garuda di 51 titik. Keduanya menunjukkan pentingnya informasi penerimaan yang jelas agar keluarga dapat menilai kecocokan program secara proporsional.




