Foto: ANTARA/HO-PT Agrinas Palma Nusantara
KORAN EDUKASI — Sebanyak 25 pemuda Orang Asli Papua asal Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, terpilih mengikuti program beasiswa pendidikan perkebunan yang dijadwalkan dimulai di Yogyakarta pada 26 Oktober 2026. Program tersebut menggabungkan pendidikan selama dua tahun dengan praktik kerja lapangan selama satu tahun.
PT Agrinas Palma Nusantara menyatakan program itu ditujukan bagi lulusan SMA atau sederajat yang belum memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi. Penjangkauan calon peserta dilakukan selama tujuh hari di sejumlah distrik di Boven Digoel sebelum 25 kandidat ditetapkan.
Pendidikan dihubungkan dengan pengalaman kerja
Kepala Divisi Operasional Sumber Daya Manusia PT Agrinas Palma Nusantara Ardiansyah mengatakan beasiswa merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan untuk memperluas akses pendidikan generasi muda Papua.
“Pendidikan bukan hanya tentang memperoleh ijazah, tetapi juga tentang membuka kesempatan,” ujar Ardiansyah dalam keterangan yang diterima ANTARA, Minggu, 18 Oktober 2026.
Peserta akan mempelajari bidang perkebunan selama dua tahun, kemudian menjalani on-the-job training selama satu tahun. Perusahaan menyebut peserta yang menyelesaikan seluruh tahapan sesuai ketentuan program akan diangkat menjadi karyawan.
Akses dan perlindungan peserta perlu diawasi
Skema yang menghubungkan pendidikan dengan pekerjaan dapat memberi jalur keterampilan yang jelas bagi peserta. Namun, pelaksanaannya tetap perlu memastikan informasi kurikulum, biaya yang ditanggung, tempat tinggal, pendampingan, evaluasi, serta ketentuan pengangkatan kerja disampaikan secara transparan kepada peserta dan keluarga.
Keterlibatan pemuda OAP juga perlu ditempatkan sebagai penguatan kapasitas daerah, bukan sekadar pemenuhan kebutuhan tenaga kerja. Peserta diharapkan memperoleh kompetensi yang dapat digunakan di berbagai konteks dan memiliki ruang untuk berkontribusi kepada masyarakat asalnya setelah menyelesaikan pendidikan.
Program ini menambah daftar jalur dukungan pendidikan bagi pelajar daerah, setelah sebelumnya tersedia beasiswa untuk pelajar berprestasi dari Kalimantan Timur. Efektivitasnya baru dapat dinilai setelah pelaksanaan pendidikan, praktik kerja, dan penempatan lulusan berjalan sesuai rencana.




