Foto: ITB
KORAN EDUKASI — ITB Ultra Marathon 2026 menghimpun Dana Lestari senilai Rp1.038.660.160 hingga Minggu, 18 Oktober 2026. Dana tersebut diarahkan untuk memperkuat keberlanjutan pembiayaan pendidikan, termasuk mendukung penyediaan beasiswa bagi mahasiswa Institut Teknologi Bandung.
Ajang yang finis di Kampus Ganesha itu diikuti 5.216 pelari. Peserta menempuh rute Jakarta–Bandung sepanjang 180 kilometer dalam kategori individu serta relay 2, relay 4, relay 8, dan relay 16.
“ITB Ultra Marathon 2026 menunjukkan kuatnya ikatan dan kepedulian alumni terhadap almamater,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dalam penutupan kegiatan.
Donasi Masih Dibuka Tujuh Hari
ITB menyatakan penggalangan dana tetap dibuka selama tujuh hari setelah kegiatan berakhir. Perpanjangan waktu memberi kesempatan kepada alumni dan masyarakat untuk menambah kontribusi terhadap Dana Lestari.
Dana lestari berbeda dari donasi yang langsung dihabiskan untuk satu kegiatan. Pokok dana dikelola agar manfaatnya dapat berlangsung lebih panjang, sementara hasil pengelolaan digunakan sesuai ketentuan program pendidikan dan beasiswa.
Karena itu, transparansi pengelolaan menjadi penting. Kampus perlu menjelaskan jumlah akhir yang terkumpul, instrumen pengelolaan, biaya administrasi, nilai hasil pengembangan, serta jumlah mahasiswa atau program yang menerima manfaat.
Lebih dari 5.000 Pelari Terlibat
Selain menggalang dana, kegiatan membawa program sosial berupa penyediaan fasilitas air bersih dan pengelolaan sampah di sepanjang rangkaian perjalanan. Rektor ITB Tatacipta Dirgantara, Brian Yuliarto, dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Irwan Meilano turut berlari bersama Tim GBFIT.
ITB juga menyampaikan dukacita atas meninggalnya salah seorang peserta, Dody Muhammad Pasha, mahasiswa Program Sarjana Teknik Pertambangan. Doa bersama dipimpin rektor sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas kepada keluarga.
Penggalangan Dana Lestari melengkapi skema bantuan pendidikan lain, termasuk program beasiswa bagi mahasiswa dan tenaga kesehatan. Setiap skema membutuhkan kriteria penerima, tata kelola, dan laporan dampak yang dapat diperiksa.
Capaian Rp1,04 miliar menunjukkan potensi jejaring alumni untuk mendukung pendidikan tinggi. Ukuran keberhasilan berikutnya bukan hanya besarnya donasi, tetapi keberlanjutan pengelolaan dan manfaat yang benar-benar diterima mahasiswa.




