Foto: Humas Kemendikdasmen/ANTARA
KORAN EDUKASI — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperkuat koordinasi dan pengawasan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat gelombang kedua 2026. Langkah itu diarahkan untuk mengantisipasi kendala teknis sekaligus mencegah pelanggaran yang dapat mengganggu integritas asesmen.
Pada hari pertama gelombang kedua, Senin (2/11/2026), sebanyak 1.338.684 murid mengikuti asesmen mata pelajaran Bahasa Indonesia. Berdasarkan pemantauan sementara kementerian, pelaksanaan secara umum berlangsung lancar, sementara posko terus menghimpun laporan daerah dan mengoordinasikan penanganan kendala.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menilai respons cepat perlu melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan. “Penguatan koordinasi dan penanganan berbagai dinamika pelaksanaan TKA diperlukan agar asesmen dapat berlangsung dengan baik dan berintegritas,” ujar Atip, Selasa (3/11/2026).
Infrastruktur dan sekolah kepulauan jadi perhatian
Kementerian memetakan tantangan pada kesiapan infrastruktur, kapasitas teknis, koordinasi antar-pihak, serta pengawasan di lokasi tes. Dukungan teknis dinilai perlu terus diperkuat, terutama bagi sekolah di wilayah kepulauan yang menghadapi keterbatasan geografis dan konektivitas.
Provinsi Kepulauan Riau menjadi salah satu wilayah yang disorot karena sekolah tersebar di ratusan pulau. Kondisi tersebut menuntut pengaturan dukungan dan pemantauan yang berbeda dari sekolah di kawasan daratan yang aksesnya lebih mudah.
TKA bukan penentu kelulusan
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Toni Toharudin meminta peserta mengerjakan soal secara mandiri dan percaya pada kemampuan sendiri. Hasil asesmen diposisikan sebagai bahan refleksi untuk memperbaiki proses belajar, bukan sebagai satu-satunya ukuran kemampuan murid.
Kemendikdasmen kembali menegaskan bahwa TKA tidak wajib diikuti seluruh murid dan tidak menentukan kelulusan. Asesmen ini bertujuan menyediakan informasi capaian akademik yang dapat dipakai untuk evaluasi dan perbaikan pembelajaran. Konteks pelaksanaan TKA gelombang pertama juga menunjukkan pentingnya kesiapan teknis dalam skala besar.
Masyarakat dapat menyampaikan pengaduan atau meminta informasi penyelenggaraan melalui Unit Layanan Terpadu Kemendikdasmen. Kanal tersebut menjadi jalur resmi bagi sekolah, peserta, dan orang tua ketika menemukan masalah selama pelaksanaan asesmen.




