Kamis, 5 November 2026
spot_img
BerandaEdu NewsKapal Sekolah Gratis Ditambah untuk Pelajar Pulau Tidung, Ini Rute dan Jadwalnya

Kapal Sekolah Gratis Ditambah untuk Pelajar Pulau Tidung, Ini Rute dan Jadwalnya

spot_img

Foto: ANTARA/HO-Pemkab Kepulauan Seribu

KORAN EDUKASI — Dinas Perhubungan DKI Jakarta menambah layanan kapal angkutan sekolah gratis bagi pelajar SMKN 61 Jakarta di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Layanan tersebut ditujukan untuk memudahkan perjalanan siswa yang berdomisili di pulau-pulau sekitar.

Kepala Unit Pengelola Angkutan Perairan Dishub DKI Jakarta Afandi Nofrisal mengatakan program dilaksanakan bersama Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu. “Kami menambah layanan Kapal Angkutan Sekolah Gratis bagi para pelajar SMKN 61 Jakarta di Pulau Tidung,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).

Siswa yang dilayani antara lain berasal dari Pulau Pari, Pulau Kelapa, Pulau Harapan, dan Pulau Panggang. Penambahan tersebut melengkapi rute Pulau Pramuka–Pulau Panggang yang telah berjalan sebelumnya.

Berangkat Jumat, kembali Minggu

Pada Jumat sore, kapal mengantar siswa dari Pulau Tidung menuju pulau tempat tinggal masing-masing. Pada Minggu siang, layanan membawa mereka kembali ke Pulau Tidung agar dapat mengikuti kegiatan sekolah pada pekan berikutnya.

Rute pelayanan bergerak dari Pulau Tidung menuju Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan Pulau Pari, kemudian kembali sesuai jalur yang ditetapkan. Pengaturan operasional tetap mempertimbangkan kesiapan kapal, keselamatan pelayaran, dan kondisi cuaca.

Akses pendidikan bergantung pada transportasi

Bagi siswa kepulauan, transportasi bukan hanya persoalan perjalanan, tetapi bagian dari akses pendidikan. Biaya dan ketersediaan angkutan dapat memengaruhi kemampuan pelajar mengikuti pembelajaran secara rutin, terutama ketika sekolah berada di pulau berbeda dari tempat tinggal.

Dishub menyatakan evaluasi dilakukan secara berkala sebagai dasar pengembangan rute. Namun, rencana perluasan belum berarti rute baru sudah diputuskan; keputusan tetap bergantung pada kebutuhan, armada, cuaca, dan kelayakan operasional.

Dukungan akses juga dapat berbentuk bantuan biaya, seperti Program Indonesia Pintar bagi siswa madrasah. Di wilayah kepulauan, bantuan finansial dan transportasi perlu saling melengkapi agar siswa dapat hadir di sekolah.

Pelaksanaan layanan harus terus dipantau dari sisi ketepatan jadwal, keselamatan, kapasitas penumpang, dan keberlanjutan anggaran. Faktor-faktor tersebut menentukan apakah kapal gratis benar-benar mengurangi beban siswa dan orang tua dalam jangka panjang.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img