Foto: Humas PENS/Faridatun Nadziroh
KORAN EDUKASI — Tim Program Studi Sarjana Terapan Teknik Elektronika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) memasang sistem penerangan jalan umum berbasis pembangkit listrik tenaga surya di kawasan Masjid At-Taqwa, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.
Pemasangan dilakukan pada 10 Oktober 2026 melalui program Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dengan ketua tim Ibnu Cipta Ramadhan. Teknologi dipilih untuk menjawab kebutuhan pencahayaan lingkungan pada malam hari sekaligus memperkenalkan energi terbarukan kepada masyarakat.
Energi matahari untuk penerangan lingkungan
Sistem memanfaatkan sinar matahari untuk menghasilkan listrik bagi lampu penerangan. Berbeda dari lampu yang sepenuhnya bergantung pada jaringan listrik konvensional, perangkat ini menggunakan sumber energi yang tersedia secara alami. Penerapannya menjadi praktik langsung keilmuan teknik elektronika yang dikembangkan di kampus.
Sebelum pemasangan, pencahayaan di sekitar Masjid At-Taqwa dinilai belum optimal. Kondisi tersebut memengaruhi kenyamanan warga ketika beraktivitas atau mengakses fasilitas masjid pada malam hari. Setelah sistem dipasang, penerangan membantu warga melihat lingkungan sekitar dengan lebih jelas.
Selain memberi manfaat langsung, proyek ini menjadi sarana pengenalan potensi energi surya untuk kebutuhan sehari-hari. Tim PENS menempatkan teknologi tepat guna sebagai penghubung antara pembelajaran di perguruan tinggi dan persoalan infrastruktur yang dihadapi masyarakat desa.
Kinerja sistem masih perlu diukur
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mencatat bahwa pengukuran lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui kinerja sistem, tingkat pencahayaan, dan efisiensi energi secara terukur. Data itu dapat digunakan untuk mengevaluasi perangkat serta menilai kelayakan penerapan sistem serupa di lokasi lain.
Untuk menjaga keberlanjutan, tim PENS merencanakan pemantauan kondisi dan fungsi perangkat, termasuk mengidentifikasi kendala teknis selama penggunaan. Kolaborasi dengan Pemerintah Desa Cukir juga diharapkan berlanjut melalui pengembangan teknologi tepat guna lain yang sesuai dengan kebutuhan warga.
Proyek tersebut menambah contoh hilirisasi pengetahuan kampus dalam skala lokal. Pendekatannya sejalan dengan berbagai inovasi yang diarahkan pada kebutuhan masyarakat, seperti motor hidrogen dan pemantau kualitas air yang dipamerkan UPI. Namun, dampak masing-masing teknologi tetap memerlukan pemantauan dan bukti kinerja setelah digunakan.




