Foto: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
KORAN EDUKASI — Kementerian Sosial dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyepakati pemanfaatan hasil riset serta teknologi untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Nota kesepahaman ditandatangani di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 8 Oktober 2026.
Kerja sama ditandatangani Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Kepala BRIN Arif Satria. Ruang lingkupnya tidak hanya mencakup sarana sekolah, tetapi juga riset dan evaluasi proses pembelajaran untuk memperbaiki tata kelola program.
Teknologi Air Bersih dan Pengolahan Sampah
Kemensos menyatakan produk inovasi dalam negeri akan diterapkan di lingkungan Sekolah Rakyat. Program awal mencakup teknologi pengadaan air bersih di sekitar 14 titik, teknologi pengolahan sampah, serta sepatu berbahan dasar karet untuk mendukung kebutuhan siswa pada tahun ajaran baru.
BRIN juga akan melakukan penelitian dan evaluasi terhadap proses pembelajaran. Langkah tersebut dimaksudkan untuk menyediakan dasar berbasis bukti bagi perbaikan kualitas layanan pendidikan yang menyasar anak dari keluarga berpenghasilan rendah.
Sekolah Rakyat memprioritaskan anak dari keluarga pada desil satu dan dua, termasuk anak putus sekolah maupun anak yang belum pernah bersekolah. Program ini mencakup jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas.
Lebih dari 44 Ribu Siswa Telah Ditampung
Menurut data yang disampaikan dalam pemberitaan ANTARA, Sekolah Rakyat telah menampung lebih dari 44 ribu siswa dan didukung lebih dari 10 ribu guru serta tenaga kependidikan. Gedung permanen disebut telah berdiri di 93 titik.
Pemerintah menargetkan penambahan lebih dari 60 titik pembangunan baru pada 2026. Target jangka panjangnya ialah menghadirkan gedung permanen di setiap daerah dengan kapasitas lebih dari 2.000 siswa, meski pencapaian target tersebut masih perlu dilihat dari realisasi pembangunan dan kesiapan layanan di lapangan.
Perkembangan jumlah peserta program sebelumnya juga dicatat Koran Edukasi dalam laporan 44 ribu anak keluarga miskin kembali bersekolah melalui Sekolah Rakyat.




