Senin, 19 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu NewsKemenbud Dorong Dangdut ke UNESCO pada 2027, Pewarisan kepada Generasi Muda Jadi...

Kemenbud Dorong Dangdut ke UNESCO pada 2027, Pewarisan kepada Generasi Muda Jadi Kunci

spot_img

Foto: Dok. Kementerian Kebudayaan

KORAN EDUKASI — Kementerian Kebudayaan meluncurkan kampanye Dangdut Goes to UNESCO sebagai langkah awal mendorong musik dangdut masuk daftar Warisan Budaya Takbenda dunia. Pengusulan ditargetkan dilakukan pada 2027, dengan pewarisan kepada generasi muda menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi musik tersebut.

Kampanye diperkenalkan dalam penutupan rangkaian Hari Kebudayaan 2026 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu, 18 Oktober 2026. Pada kesempatan yang sama, kementerian juga meluncurkan BUDAYA GO! 2026, sebuah kompetisi inovasi budaya yang diarahkan untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam pengembangan ekosistem kebudayaan.

Dokumentasi dan pewarisan perlu diperkuat

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan dangdut tumbuh bersama masyarakat dan berkembang menjadi musik dengan karakter khas Indonesia, meski memperoleh pengaruh dari sejumlah tradisi musik. Karena itu, proses pengusulan tidak hanya berkaitan dengan pengakuan internasional, tetapi juga upaya menjaga pengetahuan, pelaku, dan ruang hidup musik dangdut.

“Kita ingin dangdut menjadi Warisan Budaya Takbenda dunia yang diakui oleh UNESCO,” ujar Fadli Zon dalam keterangan resmi yang diberitakan Media Indonesia pada 18 Oktober 2026.

Ia meminta dukungan musisi, komunitas, seniman, dan pegiat budaya agar dangdut terus diwariskan kepada generasi muda. Dalam konteks pendidikan kebudayaan, keterlibatan generasi baru dapat dilakukan melalui dokumentasi sejarah musik, pengenalan karya lintas zaman, pembelajaran seni, serta ruang kreasi yang tidak memutus hubungan dengan akar tradisinya.

Pengakuan bukan tujuan akhir

Pengusulan ke UNESCO memerlukan kesiapan bukti bahwa unsur budaya tersebut hidup, dipraktikkan, dan diwariskan oleh komunitas. Karena itu, klaim kementerian mengenai target 2027 masih merupakan rencana yang harus diikuti penyusunan berkas, dukungan pemangku kepentingan, dan proses penilaian sesuai mekanisme UNESCO.

Peluncuran BUDAYA GO! 2026 menunjukkan kementerian juga mendorong inovasi sebagai bagian dari pemajuan kebudayaan. Tantangannya adalah memastikan inovasi tidak berhenti pada kompetisi, tetapi menghasilkan bahan belajar, arsip, dan karya yang dapat diakses masyarakat.

Agenda tersebut sejalan dengan pembahasan Koran Edukasi tentang penguatan riset dan penciptaan seni. Pengakuan internasional akan lebih bermakna apabila berjalan bersama pendidikan budaya yang konsisten di sekolah, komunitas, dan ruang publik.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img