Minggu, 11 Oktober 2026
spot_img
BerandaFashionPerguruan TinggiAKPT 2026 Dorong Kampus Ubah Riset Menjadi Solusi dan Nilai Tambah

AKPT 2026 Dorong Kampus Ubah Riset Menjadi Solusi dan Nilai Tambah

spot_img

Foto: Kemdiktisaintek

KORAN EDUKASI — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong perguruan tinggi mengubah hasil riset menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan dunia industri. Arah tersebut disampaikan dalam Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) Tahap III 2026 yang berlangsung di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung pada 8–9 Oktober 2026.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menilai pengetahuan tidak cukup berhenti sebagai publikasi akademik. Kampus perlu membangun kemampuan untuk mengembangkan inovasi, mempertemukan keunggulan keilmuan dengan kebutuhan nyata, serta memastikan hasil penelitian mempunyai jalur pemanfaatan yang jelas.

Riset tidak berhenti di ruang akademik

Menurut Brian Yuliarto, nilai pengetahuan mencapai tingkat tertinggi ketika dapat digunakan untuk menjawab persoalan masyarakat. “Pengetahuan itu menemukan posisi tertinggi ketika dia dimanfaatkan, dipakai di masyarakat,” ujar Brian Yuliarto dalam kegiatan tersebut.

Pesan itu menempatkan riset dan inovasi sebagai bagian dari strategi pengembangan institusi, bukan sekadar ukuran prestasi ilmiah. Hasil penelitian dapat diarahkan menjadi produk, layanan, pengabdian kepada masyarakat, atau inovasi yang dibutuhkan sektor produktif.

Kemdiktisaintek juga menekankan perlunya kampus membangun keunggulan sesuai karakter dan kekuatan masing-masing. Pendekatan tersebut memungkinkan perguruan tinggi saling melengkapi, alih-alih mengejar model pengembangan yang seragam tanpa mempertimbangkan sumber daya dan bidang keunggulannya.

Kolaborasi menjadi jalur pemanfaatan

Kolaborasi dengan industri dan praktisi dipandang penting agar agenda penelitian berangkat dari kebutuhan yang dapat diidentifikasi. Hubungan tersebut juga membuka peluang pengujian, pengembangan, dan penerapan hasil riset secara lebih berkelanjutan.

AKPT Tahap III mengangkat tema Institutional Transformation & Innovation. Program ini diarahkan untuk memperkuat kepemimpinan perguruan tinggi dalam mengelola transformasi institusi, pemanfaatan teknologi, pengembangan riset, dan dampak kampus bagi masyarakat.

Dorongan itu melanjutkan agenda agar pendidikan tinggi tidak terpisah dari persoalan pembangunan. Koran Edukasi sebelumnya juga mencatat pentingnya keterlibatan riset kampus dalam menjawab kebutuhan strategis, termasuk melalui kerja sama lintas sektor.

Namun, pernyataan kementerian tersebut masih berupa arah kebijakan dan dorongan institusional. Dampaknya tetap bergantung pada tindak lanjut kampus, dukungan pendanaan, kesiapan peneliti, serta kemitraan yang mampu membawa hasil riset menuju penggunaan nyata.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img