Minggu, 11 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu MasyarakatASEAN Youth Camp 2026 di Sukabumi Libatkan 150 Peserta dari Enam Negara

ASEAN Youth Camp 2026 di Sukabumi Libatkan 150 Peserta dari Enam Negara

spot_img

Foto: Liputan6.com

KORAN EDUKASI — Lebih dari 150 pelajar, guru pendamping, dan perwakilan dari enam negara mengikuti ASEAN Youth Camp 2026 di Sukabumi, Jawa Barat. Program berlangsung pada 5–10 Oktober 2026 dengan agenda pendidikan, budaya, teknologi, kepemimpinan, dan kolaborasi antargenerasi muda.

Peserta berasal dari Indonesia, Thailand, Vietnam, Myanmar, Filipina, dan Malaysia. Nusa Putra University menjadi penyelenggara kegiatan, sedangkan acara pembukaan berlangsung di auditorium kampus pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Pertemuan pelajar dan ruang berbagi guru

Rangkaian kegiatan tidak hanya berupa pertukaran budaya. Peserta mengikuti kompetisi video pendek dan aktivitas yang mempertemukan pelajar dari latar pendidikan berbeda, sementara guru memperoleh ruang untuk berbagi inovasi pembelajaran.

Presiden Association to Learn English for Integration in ASEAN Countries Kittiporn Intusida menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan secara bergiliran. “Setiap tahun kami memiliki ASEAN Youth Camp dan penyelenggaraannya bergiliran di negara-negara anggota,” ujar Kittiporn Intusida.

Penyelenggaraan di Sukabumi memberi peserta kesempatan berinteraksi langsung selama beberapa hari. Pertemuan tatap muka ini diarahkan untuk memperluas hubungan antarsekolah dan membuka komunikasi lanjutan setelah program berakhir.

Agenda lain mencakup penampilan malam yang memberi ruang kepada peserta untuk memperkenalkan kreativitas dan budaya negara masing-masing. Kegiatan tersebut menempatkan pengalaman budaya sebagai bagian dari proses belajar, bukan sekadar hiburan pendamping.

Kolaborasi perlu berlanjut setelah kegiatan

Penyelenggara berharap hubungan antarpeserta dan guru tetap dilanjutkan secara daring. Komunikasi lanjutan dapat menjadi ruang untuk berbagi praktik sekolah, pengalaman pendidikan, dan gagasan yang dapat dikembangkan bersama.

Namun, sumber berita belum menjelaskan bentuk proyek lanjutan, jadwal evaluasi, atau indikator keberhasilan setelah perkemahan berakhir. Karena itu, dampak program terhadap kolaborasi pendidikan baru dapat dinilai apabila jejaring peserta benar-benar berlanjut.

ASEAN Youth Camp menambah ruang internasional bagi pelajar Indonesia di luar kompetisi akademik. Pengalaman lintas negara juga berkaitan dengan kebutuhan memperkuat kolaborasi pendidikan dan riset Indonesia melalui hubungan yang berkelanjutan, bukan hanya pertemuan seremonial. Dokumentasi kegiatan dan tindak lanjut antarsekolah akan menentukan apakah jejaring itu menghasilkan kerja sama yang nyata.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img