Minggu, 1 November 2026
spot_img
BerandaFashionPendidikan IndonesiaMendiktisaintek dan PTMA Bahas Mutu, Akses, serta Tata Kelola Perguruan Tinggi

Mendiktisaintek dan PTMA Bahas Mutu, Akses, serta Tata Kelola Perguruan Tinggi

spot_img

Foto: Humas Kemdiktisaintek

KORAN EDUKASI — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menerima para rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) untuk membahas penguatan mutu, akses, dan tata kelola pendidikan tinggi. Pertemuan itu menempatkan keberlanjutan layanan kampus di daerah serta dukungan bagi mahasiswa kurang mampu sebagai bagian penting dari agenda perbaikan.

Dalam pertemuan yang diberitakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Senin, 26 Oktober 2026, Brian menyampaikan bahwa peningkatan kualitas perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri. Pemerintah membutuhkan masukan kampus untuk menyusun kebijakan yang sesuai dengan kondisi lapangan.

“Peningkatan mutu pendidikan tinggi membutuhkan kolaborasi dan keterbukaan terhadap berbagai masukan dari perguruan tinggi. Kami mendorong perguruan tinggi untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan mutu pendidikan, serta memastikan kontribusinya dirasakan oleh masyarakat,” ujar Brian Yuliarto.

Penataan Kelembagaan Perlu Memperhatikan Daerah

Para pimpinan PTMA menyampaikan kesiapan mendukung penataan kelembagaan dan peningkatan kapasitas perguruan tinggi. Namun, proses itu dinilai perlu mempertimbangkan kebutuhan daerah serta kesinambungan layanan pendidikan, terutama bagi kampus yang melayani masyarakat di luar pusat pertumbuhan.

Penguatan tata kelola juga berkaitan dengan kemampuan kampus menjaga mutu pembelajaran, menjalankan penelitian, dan memberi dampak sosial. Dalam konteks ini, pengembangan kapasitas kepemimpinan perguruan tinggi menjadi salah satu unsur yang menentukan keberlanjutan institusi.

Pembahasan tersebut belum berupa pengumuman kebijakan atau skema bantuan baru. Pertemuan berfungsi sebagai ruang pertukaran pandangan untuk memetakan kebutuhan PTMA dan arah dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas perguruan tinggi.

Akses Mahasiswa dan Riset Jadi Perhatian

Isu akses pendidikan tinggi dibahas dengan menyoroti mahasiswa dari keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Beasiswa dan berbagai bentuk dukungan pendidikan dipandang penting agar peluang kuliah tidak berhenti pada kelompok yang telah memiliki sumber daya memadai.

Selain akses, pertemuan menekankan riset dan inovasi sebagai kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat. Kampus diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan dan publikasi, tetapi juga mengembangkan pengetahuan yang dapat membantu menjawab persoalan sosial dan ekonomi di wilayahnya.

Kemdiktisaintek menyatakan akan terus mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi. Tindak lanjutnya perlu terlihat dalam penguatan tata kelola, peningkatan mutu akademik, dan dukungan akses yang dapat diukur pada tingkat institusi maupun mahasiswa.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img