Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menerima penghargaan dan dana stimulan bidang akses pendidikan. Kredit foto: ANTARA/HO-Pemerintah Provinsi Maluku.
KORAN EDUKASI — Provinsi Maluku meraih predikat Terbaik I kategori Akses Pendidikan dan Layanan Pendidikan tingkat provinsi dari Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan yang diberitakan pada Sabtu, 19 September 2026 itu disertai dana stimulan sebesar Rp2 miliar.
Pemerintah Provinsi Maluku menyebut penghargaan tersebut sebagai pengakuan atas upaya memperluas akses pendidikan di 11 kabupaten dan kota. Capaian ini perlu dibaca bersama tantangan geografis kepulauan, jarak antarpulau, transportasi, ketersediaan guru, dan kondisi wilayah tertinggal, terdepan, serta terluar.
Dana stimulan perlu diarahkan pada hambatan paling nyata
Nilai Rp2 miliar dapat menjadi pengungkit program, tetapi dampaknya bergantung pada sasaran dan keterbukaan penggunaan. Pemerintah daerah perlu menjelaskan apakah dana digunakan untuk transportasi siswa dan guru, perbaikan sarana, konektivitas sekolah, penguatan pembelajaran jarak jauh, atau intervensi lain.
Pemetaan berbasis sekolah penting karena kebutuhan pulau kecil dapat berbeda dengan pusat kota. Data anak tidak sekolah, waktu tempuh, kondisi ruang kelas, rasio guru, listrik, internet, dan akses bagi penyandang disabilitas dapat membantu menentukan prioritas.
Pemerintah provinsi juga menilai transformasi digital sebagai salah satu kebutuhan pendidikan Maluku. Digitalisasi dapat memperluas akses materi dan pelatihan, tetapi harus disertai perangkat, jaringan, dukungan teknis, dan keterampilan pengguna.
Penghargaan bukan akhir evaluasi
Predikat dari pemerintah pusat menunjukkan adanya penilaian positif terhadap program daerah, tetapi tidak otomatis membuktikan seluruh persoalan akses telah selesai. Dampak kebijakan tetap perlu diukur melalui kehadiran siswa, keberlanjutan sekolah, hasil belajar, dan kesenjangan antarwilayah.
Indikator yang perlu dipantau
Masyarakat dapat melihat perubahan dari berkurangnya anak putus sekolah, meningkatnya transisi antarjenjang, tersedianya guru sesuai kebutuhan, dan membaiknya fasilitas dasar. Publikasi capaian per kabupaten/kota juga akan membantu akuntabilitas.
Tantangan wilayah kepulauan memiliki kemiripan dengan daerah terluar lainnya. Koran Edukasi pernah membahasnya melalui laporan tentang pemerataan pendidikan di Papua.





[…] Maluku Raih Penghargaan Akses Pendidikan, Dana Stimulan Rp2 Miliar Disiapkan […]