Kamis, 1 Oktober 2026
spot_img
BerandaEdu News4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatera Kembali Belajar, 99 Masih di Ruang Darurat

4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatera Kembali Belajar, 99 Masih di Ruang Darurat

spot_img

Foto: Kemendikdasmen/detikEdu.

KORAN EDUKASI — Sebanyak 4.922 sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali menjalankan pembelajaran. Pemulihan belum sepenuhnya selesai karena sebagian sekolah masih menggunakan ruang kelas darurat atau menumpang di satuan pendidikan lain.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan, 4.821 sekolah telah belajar di lokasi masing-masing. Sebanyak 99 sekolah masih melaksanakan pembelajaran di ruang kelas darurat, sedangkan dua sekolah sementara menggunakan fasilitas sekolah lain.

Anggaran pemulihan mencapai Rp5,6 triliun

Kemendikdasmen mencatat total dukungan pemulihan layanan pendidikan di tiga provinsi mencapai Rp5,6 triliun. Porsi terbesar dialokasikan untuk revitalisasi satuan pendidikan dengan nilai Rp3,03 triliun.

Dari sisi pembangunan fisik, 562 sekolah telah menyelesaikan revitalisasi. Sebanyak 1.954 sekolah mencatat kemajuan di atas 50 persen, sementara 616 sekolah lainnya mendekati tahap 50 persen.

Sebanyak 3.132 sekolah telah menandatangani perjanjian kerja sama bantuan revitalisasi. Dari nilai Rp3,03 triliun, dana Rp2,63 triliun disebut telah masuk ke rekening sekolah. Penyaluran tahap pertama sebesar 70 persen telah selesai, sedangkan tahap kedua sebesar 30 persen diberikan setelah kemajuan fisik mencapai sedikitnya 50 persen.

Relokasi masih terkendala kepastian lahan

Pemerintah mengusulkan relokasi terhadap 97 sekolah yang dinilai membutuhkan lokasi lebih aman. Sebanyak 34 sekolah telah memasuki tahap pembangunan. Adapun 63 sekolah masih menunggu kepastian dan legalitas lahan.

Data tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pendidikan tidak cukup diukur dari sekolah yang kembali dibuka. Keamanan lokasi, kelayakan ruang belajar, air bersih, sanitasi, akses perjalanan, dan kesiapan psikologis warga sekolah juga perlu dipantau.

Relokasi membutuhkan koordinasi erat dengan pemerintah daerah karena status tanah dapat menentukan cepat atau lambatnya pembangunan. Selama proses belum selesai, ruang kelas darurat harus memenuhi standar dasar keselamatan dan kenyamanan agar murid tidak menanggung risiko tambahan.

Dukungan juga menyasar guru dan murid

Kemendikdasmen menyalurkan bantuan Rp315,08 miliar kepada 52.513 guru dan tenaga kependidikan terdampak. Pelatihan kesiapsiagaan bencana serta pendampingan psikososial disiapkan bagi 90.962 guru dengan anggaran Rp123 miliar.

Selain itu, 1,5 juta murid di 53 kabupaten dan kota menerima Program Indonesia Pintar dengan anggaran Rp1,16 triliun. Pemerintah juga menyiapkan mebel, perlengkapan sekolah, alat permainan edukatif, fasilitas laboratorium, 134 ruang kelas darurat, dan 2,09 juta buku pembelajaran.

Pemulihan serupa pernah menjadi perhatian ketika sekolah terdampak gempa NTT membutuhkan ruang belajar sementara. Pengalaman berbagai daerah menegaskan pentingnya rencana kesinambungan pembelajaran sebelum bencana terjadi, termasuk data kontak keluarga, lokasi alternatif, serta dukungan psikososial yang dapat segera diaktifkan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img