Foto: Humas Politeknik Negeri Subang/Nurizzi Rifqi Ferdian
KORAN EDUKASI — Mahasiswa Politeknik Negeri Subang (Polsub) mengembangkan usaha MAGGRO yang mengolah sampah organik pasar melalui budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot. Inovasi itu menghasilkan pakan alternatif dan pupuk sekaligus menawarkan model ekonomi sirkular bagi persoalan sampah yang mudah membusuk.
Tim berasal dari Program Studi D4 Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Jurusan Pertanian Polsub. Kelompok tersebut diketuai Nela Arnita bersama Alit Puspa Rarang, Taqwa Ilham, dan Widi Fernando di bawah bimbingan dosen Gita Vinanda.
Sampah organik diubah menjadi produk bernilai
Proses produksi dimulai dari pengumpulan dan penyortiran limbah pasar, pencacahan, serta pembiakan larva BSF sebagai agen pengurai. Dari siklus itu, tim memanen maggot dan memanfaatkan residunya menjadi produk lain.
“Kami meyakini bahwa maggot memiliki kemampuan tinggi dalam mengonsumsi sampah organik untuk menekan volumenya secara drastis. Di saat yang bersamaan, proses ini menghasilkan biomassa maggot yang sangat bernilai guna sebagai pakan alternatif kaya protein untuk sektor peternakan dan perikanan,” terang Nela Arnita.
Empat produk yang ditawarkan ialah maggot basah seharga Rp20.000 per kilogram, maggot kering Rp10.000 per 25 gram, kasgot atau bekas maggot Rp10.000 per 500 gram, serta air lindi Rp5.000 per 500 mililiter. Kasgot dimanfaatkan sebagai pupuk padat, sedangkan air lindi menjadi pupuk cair organik.
Menurut tim, maggot basah dan kering menyasar kebutuhan pakan ternak, ikan, burung kicau, serta hewan peliharaan. Produk sampingannya ditujukan bagi petani dan pegiat tanaman hias yang memerlukan bahan penyubur tanah.
Model bisnis mahasiswa vokasi
MAGGRO ditempatkan sebagai model waste to value, yakni mengubah limbah menjadi produk bernilai. Tim mengaitkannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta aksi terhadap perubahan iklim.
Produk tersebut telah ditampilkan dalam pameran Program Mahasiswa Wirausaha yang digagas Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Polsub. MAGGRO juga dipamerkan dalam kejuaraan Lomba Olahraga Baris Berbaris FORBASI Jawa Barat di Kampus Cibogo Polsub pada 17 Oktober 2026.
Pengembangan ini memperlihatkan jalur hilirisasi sederhana dari pembelajaran vokasi menuju usaha. Koran Edukasi sebelumnya juga mencatat dorongan agar mahasiswa beralih dari pengguna menjadi pencipta teknologi, termasuk melalui proyek yang menyelesaikan masalah nyata di masyarakat.





[…] Mahasiswa Polsub Olah Sampah Pasar Menjadi Empat Produk Maggot […]